Posted on: 29 Februari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Buku Katekismus dan Kondisi Jemaat Saat Ini

Katekisasi adalah bagian esensial dari pelayanan gerejawi.  Melalui Katekisasi, generasi baru dari keluarga-keluarga Kristen dan para pemercaya / petobat baru dibimbing untuk masuk penuh ke dalam iman, pengalaman dan pengamalan Kristen.
Katekismus yang dipakai dalam katekisasi merupakan pembimbing ke dalam seluruh aspek dan dinamika kehidupan iman Kristen berkelanjutan. Harapannya peserta katekisasi boleh berelasi riil  dengan Allah, mengalami kepercayaan Kristen, mempraktikkan spiritualitas Kristen, memiliki bingkai atau model hermeneutis untuk memahami dan menghidupi penyataan Allah dalam Alkitab, dan memiliki wawasan Kristen tentang realitas dunia nyata.

Mengingat masa kini sedang terjadi berbagai perubahan yang ultra cepat dan radikal dalam sistem nilai, gaya hidup, pola pikir, cara berkomunikasi, paradigma kebenaran, serta isu-isu baru yang perlu disikapi secara alkitabiah, maka perlu memberdaya ulang katekisasi  dan memperbarui katekismus! Supaya, katekismus menjadi relevan, dan maksud katekisasi di atas boleh terpenuhi.

Inilah tujuan Sinode Gereja Kristus menerbitkan buku Katekismus Sinode Gereja Kristus ini. Kiranya Roh Allah berkenan memakai Katekismus ini untuk pertumbuhan generasi-generasi di jemaat-jemaat lokal Gereja Kristus kini dan bahkan untuk
lingkup di luar Sinode Gereja Kristus.

ISI KATEKISMUS

1. Sesi Pendahuluan: Mengapa Ikut Katekisasi?

I. Mengenal Allah adalah Hal Terutama dalam Kehidupan Manusia:
2. Apa yang terutama dan terpenting dalam kehidupan manusia?
A. Berbagai anggapan umum masa kini
B. Pandangan iman Kristen tentang isu ini
C. Alasan alkitabiah: – penciptaan, – kejatuhan, – akibat dosa, – kebutuhan manusia akan pemulihan relasi dengan Allah / keselamatan
3. Bagaimana orang boleh sungguh mengenal Allah?
A. Berbagai pandangan dan anggapan umum masa kini (amal, moral, mistik, dlsb.)
B. Pandangan iman Kristen tentang pokok ini (dilahirkan kembali oleh Roh, bertobat, beriman kepada Yesus Kristus, dibaptis, menerima Roh)

Categories:

Leave a Comment