Posted on: 22 Februari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Mujizat Belajar Bicara

kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.”  — Keluaran 4:10-12
Realitas kerohanian, kualitas pemuridan, dinamika pelayanan ternyata tidak otomatis serasi dengan limpah nyatanya penyertaan dan karya-karya Allah. Sesudah semua ungkapan ketidaklayakan, keraguan tentang respons umat Israel yang Musa nyatakan dijawab TUHAN dengan janji-janji penyertaan, penyataan hakikat diri-Nya, dan manifestasi berbagai tanda ajaib bukan saja di depan mata Musa tetapi bahkan pada raganya sendiri, ternyata Musa masih berputar-putar dalam kondisinya yang dianggapnya penghalang untuk berbagian dalam visi-misi TUHAN.
Memang, mungkin dapat dimengerti selama 40 tahun mengangon ternak di belantara liar sepi komunitas manusia, bicara paling sering yang ia lakukan bukan dialog dengan manusia tetapi monolog dengan ternak. Ia “tidak pandai bicara,” bahkan “berat mulut dan berat lidah.” Lebih jauh ia memberikan diagnosis tentang keadaannya itu — ia tidak pandai bicara “sejak dulu” — mungkin maksudnya adalah “dari sononya” — bawaan sejak lahir, DNA yang dia warisi dari keluarganya adalah tipe pendiam, pendengar, tidak banyak cakap. Bahkan, sejak berjumpa TUHAN pun ia masih begitu-begitu juga dalam hal kemampuan bicaranya yang kurang.
Jawab TUHAN  kini bukan lagi janji, bukan manifestasi kuasa tetapi pertanyaan yang harus disadari, direnungkan dan disikapi oleh Musa. “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?” Jawaban TUHAN menarik Musa untuk keluar dari berorientasi ke dalam dirinya, ke bawah ke kondisi manusianya saja, dan beralih ke luar ke atas ke TUHAN Pencipta, Pemelihara, Pewujud yang hidup dan yang bukan saja menyertai dan melakukan mukjizat di luar orang yang Ia panggil tetapi juga melakukan berbagai perubahan ajaib di dalam diri dan kehidupan orang yang menyambut dan melakukan kehendak-Nya. Lebih lagi, Ia bahkan akan mengajar Musa apa yang harus ia katakan. Akan terjadi mukjizat belajar bicara pada Musa — ini peneguhan TUHAN untuknya.
Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, — 1 Korintus 2:1-4
Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377
Categories:

Leave a Comment