Posted on: 13 Januari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Plot Vs Plot

Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus. Jumlah mereka yang mengadakan komplotan itu lebih dari pada empat puluh orang. Mereka pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dan berkata: “Kami telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa kami tidak akan makan atau minum, sebelum kami membunuh Paulus. Karena itu hendaklah kamu bersama-sama dengan Mahkamah Agama menganjurkan kepada kepala pasukan, supaya ia menghadapkan Paulus lagi kepada kamu, seolah-olah kamu hendak memeriksa perkaranya lebih teliti, dan sementara itu kami sudah siap sedia untuk membunuh dia sebelum ia sampai kepada kamu.”
Akan tetapi kemenakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengar tentang penghadangan itu. Ia datang ke markas dan setelah diizinkan masuk, ia memberitahukannya kepada Paulus. Lalu Paulus memanggil salah seorang perwira dan berkata kepadanya: “Bawalah anak ini kepada kepala pasukan, karena ada sesuatu yang perlu diberitahukannya kepadanya.” Perwira itu membawanya kepada kepala pasukan dan berkata: “Paulus orang tahanan itu, memanggil aku dan meminta, supaya aku membawa anak muda ini kepadamu, sebab ada yang perlu diberitahukannya kepadamu.” Maka kepala pasukan itu memegang tangan anak muda itu, lalu membawanya ke samping dan bertanya: “Apakah yang perlu kauberitahukan kepadaku?” Jawabnya: “Orang-orang Yahudi telah bersepakat untuk meminta kepadamu, supaya besok engkau menghadapkan Paulus lagi ke Mahkamah Agama, seolah-olah Mahkamah itu mau memperoleh keterangan yang lebih teliti dari padanya. Akan tetapi janganlah engkau mendengarkan mereka, sebab lebih dari pada empat puluh orang dari mereka telah siap untuk menghadang dia. Mereka telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh dia; sekarang mereka telah siap sedia dan hanya menantikan keputusanmu.” Lalu kepala pasukan menyuruh anak muda itu pulang dan memerintahkan kepadanya: “Jangan katakan kepada siapapun juga, bahwa engkau telah memberitahukan hal ini kepadaku.”  — Kisah Para Rasul 23:12-22
1. Ada plot jahat untuk membunuh Paulus. Empat puluh lebih orang bersumpah, mengutuk diri, tidak makan-minum untuk membantai Paulus di tengah jalan ketika mereka memyiasat seolah majalis agama mau mendengar Paulus kembali.
2. Ada plot lain yang tidak disebutkan Lukas secara gamblang siapa penyusunnya. Yaitu, entah adik perempuan Paulus tinggal di Yerusalem, atau ponakannya yang dari Tarsus itu sedang menuntut ilmu di Yerusalem dari para pemuka ilmu agama di sana, sampai secara kebetulan ia mendengar rencana keji tersebut. Janji penyertaan Tuhan bukan janji kosong.
3. Ponakan Paulus itu menceritakan kepada Paulus, lalu Paulus meminta dia menceritakan itu kepada kepala pasukan, jadi bocorlah rencana jahat itu. Maka penguatan Tuhan dan konfirmasi-Nya bahwa Paulus masih harus mewartakan Injil di Roma tetap terjaga.
Fakta bahwa segala kuasa di langit dan di bumi ada di tangan-Nya adalah realitas yang patut membentuk wawasan hidup dan pelayanan kita secara sangat riil baik ketika situasi mudah atau pun susah.
Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

 

 

 

Categories:

Leave a Comment