Posted on: 28 Agustus 2020 Posted by: admin Comments: 0

Daniel 8:13-14, 23-27:

Kemudian aku mendengar seorang yang kudus berbicara dan seorang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu, “Sampai kapankah penglihatan itu terjadi, yaitu mengenai kurban-kurban dan kefasikan yang menyebabkan kehancuran Tempat Kudus dan menjadikan bala tentara itu terinjak-injak?” Maka dia berkata kepadaku, “Selama dua ribu tiga ratus petang dan pagi, barulah tempat kudus itu akan ditahirkan kembali.” … Dan di akhir dari kerajaan mereka, ketika memuncaknya para pendurhaka, seorang raja akan bangkit dengan wajah yang garang dan dapat memahami kata-kata sukar. Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi bukan karena kekuatannya sendiri. Dengan luar biasa ia akan menghancurkan, dan sukses, lalu bekerja untuk menghancurkan orang-orang yang berkuasa dan orang-orang kudus. Karena kelicikannya, ia juga akan sukses membuat penipuan dengan kuasanya. Dan dalam hatinya, ia akan memegahkan dirinya serta menghancurkan banyak orang dengan mudah. Ia juga akan bangkit melawan Raja segala raja, tetapi ia akan dihancurkan tanpa perbuatan manusia. Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu, apa yang dikatakan tentang itu adalah benar. Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh.” Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

Ada banyak perbedaan tafsir tentang bagian terakhir pasal 8 Daniel ini, khususnya tentang apa maksud 2,300 petang dan pagi, dan berapa lama sebenarnya waktu yang dimaksudkan itu. Pertama tentang pemakaian sebutan “petang dan pagi” terkesan membingungkan. Mengapa Daniel tidak menyebut saja “hari” tetapi “petang dan pagi”? apakah maksud Daniel dengan sebutan itu adalah 2,300 kali setengah hari atau dengan kata lain 1,150 hari? Ada penafsir yang beranggapan demikian karena itu lebih dekat dengan penglihatan tentang satu masa dan dua masa dan setengah masa (pasal 7:25), berarti tiga setengah tahun yang jika memakai tahun sistem bulan adalah 3,5 kali 360 hari, menjadi 1,260 hari. Tetapi anggapan itu tetap tidak memberikan perhitungan yang tepat. Juga melupakan bahwa orang Ibrani seperti dalam Kejadian 1 hari-hari penciptaan memang menyebut dan menghitung satu hari penuh dengan “petang dan pagi.” Jadi ini bicara tentang 2,300 hari.

Lalu banyak pendapat lagi tentang bagaimana memahami rentang 2,300 hari itu – dari saat mana dihitungnya dan menunjuk ke saat mana? Sejak awal kita harus ingat bahwa bahkan malaikat yang diberi tugas untuk menjelaskan arti penglihatannya tidak memberi penjelasan tentang makna 2,300 hari itu. Ia hanya memberi konfirmasi bahwa 2,300 hari itu memang benar. Jadi untuk tidak sembarang menebak atau menafsir spekulatif, kita perlu mengaitkan hal ini dengan berbagai penunjukan waktu dan konteksnya yang dipaparkan di kitab Daniel.

Pertama, pasal 7:25 lebih tepat diterjemahkan sebagai satu masa, masa-masa (jamak) dan setengah masa. “Masa” di sini tidak secara langsung menunjuk ke tahun, bisa hari atau bulan, tetapi mengingat hari atau bulan akan terlalu singkat untuk masa yang dipaparkan sebagai konteksnya, maka lebih mendekati diartikan sebagai tahun, hanya sangat bisa jadi bahwa tiga setengah masa ini adalah rentang tahun yang tidak definit. Tentang penggunaan istilah masa atau waktu secara tidak definit ini, lihat: Daniel 2:8-9; 2:21; 3:5, 3:15; 4:16, 23, 25, 32; 7:12. Pada 4:12 dan 23 memang masa menyiratkan tahun, tetapi tidak semua penggunaan masa adalah tahun. Konteks tentang masa di pasal 7 ini adalah limit kejahatan yang juga merupakan konteks bagi pasal 8:14, 26, yaitu sama seperti di pasal 7 tentang pembatasan kekejian dan kenajisan yang dilakukan oleh tokoh yang digambarkan sebagai tanduk yang membesarkan diri dan menanduk ke mana-mana bahkan ke Panglima bala tentara surga.

Lalu pasal 9 bicara tentang Daniel merenungkan dengan penuh harap bahwa tujuh puluh tahun yang dinubuatkan Yeremia segera akan terwujud, yaitu berakhirnya masa pembuangan Yehuda. Tetapi malaikat kemudian menjelaskan di pasal 9 bahwa 70 tahun itu adalah 70 kali 7 masa, dan 70 kali itu masih terbagi lagi menjadi 62 masa, dan 7 masa. Yang 62 masa menunjuk ke waktu sampai pembersihan dan pemulihan Yerusalem, yang 7 masa menunjuk ke masa pelayanan sang Mesias. Kembali di sini kita melihat bahwa penggunaan istilah untuk waktu dipakai secara tidak definit.

Petunjuk lain adalah di Daniel 12:6-7, 12:11 dan Daniel 12:12-13. Yang ayat 6-7 kembali bicara tentang satu masa, masa-masa, dan setengah masa, 11 bicara tentang 1,290 hari sejak dihentikannya korban-korban di Bait, sedangkan ayat 12-13 tentang 1,335 hari masa untuk pembuktikan kesetiaan para umat sejati Tuhan. Tentang semua rujukan ini akan kita bahas lagi lebih mendetail nanti. Tetapi sampai di sini cukup untuk kita menyimpulkan bahwa banyak tafsiran spekulatif membingungkan sebenarnya tidak perlu terjadi andai diingat beberapa perbandingan di atas yang menunjukkan bahwa penggunaan angka untuk hari atau masa itu cukup dimengerti sebagai pembatasan dari pihak Tuhan atas semua kejahatan dan kenajisan yang sedang dan masih akan menindih kehidupan umat Tuhan bahkan di masa depan jauh Daniel, yaitu sampai ke masa kini kita juga. Paling tidak harus kita akui bahwa kita tidak lagi tahu mulai dari saat dan peristiwa mana Daniel menghitung rentang waktu berbagai pembatasan itu dan menunjuk ke peristiwa mana saja dalam perjalanan umat Ibrani, dan ke nubuatan kedatangan Mesias. Tetapi semua ketidak-definitan atau ketidakjelasan ini justru dimaksud untuk memperjelas bahwa Tuhan pegang kendali atas jadwal waktu sejarah umat-Nya dan semua bangsa serta kerajaan / pemerintahan dunia ini, dan bahwa semuanya dilimit oleh Dia Tuhan Allah Kekal atas waktu yang sementara dan terbatas-bagi ke berbagai episode. Antiokhus Epifanes adalah gambaran atau bayang-bayang dari berbagai antikristus sesudahnya dan si antikristus yang akan datang di jelang akhir zaman, yang sebagaimana Antiokhus Epifanes akan dilenyapkan oleh tangan Allah sendiri, demikian juga yang akan terjadi kelak terhadap semua musuh Tuhan Allah yang diilhami oleh si iblis dan dikomandoi oleh si antikristus, sebagaimana dibukakan di kitab Wahyu.

Pelajaran untuk masa kini:

1) Terpenting dari nas ini untuk kita simak baik-baik adalah untuk menghindari, menjauhi bahkan menolak kecenderungan menafsir yang seperti ramalan dan yang intinya adalah spekulasi belaka.

2) Mengatakan demikian tidak berarti kita menolak semua “penemuan” tentang berbagai peristiwa dalam sejarah yang secara menakjubkan “menggenapi” nubuat-nubuat apokaliptik Daniel ini. Apalagi dengan mengingat bahwa penglihatan teleskopik Daniel berarti melihat berbagai peristiwa dunia secara tumpang tindih dan penggenapan dari berbagai peristiwa dan tokoh sangat bisa jadi berulang beberapa kali sampai ke akhir sekali nanti.

3) Kesan terakhir yang menghibur dan menguatkan umat yang akan mengalami aniaya ialah kendati masa-masa sukar itu seolah tidak menentu, tidak terkendali, tidak habis-habis tetapi sebenarnya tidak demikian jika dilihat dan dijalani dengan mengimani bahwa tidak ada yang kekal, penderitaan hanya sementara dan Yang Lanjut Usia pegang kendali, Sang Anak manusia suatu hari kelak pasti akan kembali untuk merampungkan apa yang sudah Ia mulai.

4) Maka literatur apokaliptik seperti Daniel ini melatih kita memiliki telos yang benar yaitu kepada Allah, diri-Nya, karya kerajaan-Nya, dan dengan telos ini kita dimampukan bukan saja memiliki kekuatan dan penghiburan tetapi juga perspektif dan sistem nilai yang benar terhadap realitas dunia di depan mata kita.

Catatan:

Berikut adalah beberapa tafsiran tentang 2,300 pagi dan petang itu:

1) Saat ketika Bait ditahirkan adalah 25 Desember 165 SK. Jika kita hitung mundur 2,300 dari tanggal itu, kita tiba di tahun Antiokhus Epifanes memulai penganiayaan yaitu 171 SK.

2) Jika kita terima itu sebagai 1,150 hari dengan menjadikan dasar kurban-kurban petang dan pagi sebagai perhitungan – 2,300 korban pagi petang dalam 1,150 hari (Keluaran 29:36-43); maka ini adalah masa penganiayaan Makabeus yaitu 168-165 SK, dan di akhir Bait “disucikan” oleh Yudas Makabeus dengan memulihkan korban-korban petang dan pagi (2 Makabeus 10:1-5).

3) Ada yang menafsir atas perhitungan sehari = setahun (William Miller) dan menghitung 2,300 tahun sesudah Koresh memerintahkan pembangunan kembali Bait, jadi jatuh pada tahun 1844 Yesus akan datang kembali. Juga Adam Clarke menghitung 2,300 itu adalah jumlah tahun dari sejak Alexander Agung menaklukkan dunia pada 334 SK, maka akan sampai di tahun 1966 EK. Kita tahu bahwa ini pun tidak berdasar dan keliru. (David Guzik menunjuk ada banyak aliran sempalan Kekristenan yang muncul dengan menggunakan perhitungan ini).

4) Kita dapat pastikan bahwa teori sehari = setahun ini salah sebab nas ini digenapi sebelum kedatangan Yesus yang pertama. Yesus tahu bahwa Bait sudah “disucikan dan dirededikasi” waktu Ia datang di Hari Raya Pentahbsan Bait Allah, yang merayakan penyucian dan rededikasi Bait sesudah dinajiskan oleh Antiokhus Epifanes (Yohanes 10:22).

5) Kendati secara perhitungan kita tidak bisa definit, namun fakta bahwa Daniel melihat ini 350 tahun sebelum Antiokhus Epifanes telah cukup untuk meyakinkan kita bahwa Allah Mahatahu, Mahakuasa dan Mahaberdaulat.

6) Nubuat ini digenapi dalam peristiwa Antiokhus Epifanes tetapi juga akan digenapi lagi dalam Antikristus di akhir dari zaman nanti. Antiokhus Epifanes disebut sebagai antikristus era Perjanjian Lama dan menjadi gambaran awal dari antikristus zaman akhir. Seperti halnya Antiokhus Epifanes menjadi berkuasa dengan paksa dan tipu, demikian juga antikristus. Seperti ia menganiaya umat Yahudi, menghapuskan ibadah di Bait dan menajiskannya dengan sesembahan lain, demikian juga antikristus menganiaya umat Kristen / Gereja, menghentikan ibadah, mengganti kaidah dan tata cara ibadah serta moral dengan yang melawan Tuhan Allah. Martin Luther menulis: “Pasal dalam Daniel ini merujuk kepada Antiokhus dan Antikristus.” Tetapi John Calvin beranggapan beda, “Jadi Luther, dengan memanjakan pikirannya terlalu berlebihan, merujuk nas ini ke topeng-topeng Antikristus.” Dengan merujuk ke beberapa kajian yang sudah dipaparkan beberapa hari ini, agaknya Luther lebih mendekati maksud visi-visi Daniel.

 

Dukung pelayanan literasi Yayasan Simpul Berkat | E-mail: simpulberkat@gmail.com |
Bank BCA – No. Rekening: 0953882377 – a.n. Philip H. S

Categories:

Leave a Comment