Radio SB

PENTAHBISAN HARUN DAN ANAK-ANAKNYA

Berikut adalah paparan menyeluruh perintah Tuhan Allah tentang pengudusan / pentahbisan Harun dan anak-anaknya bagi tugas melayani Tuhan Allah:

1) Tuhan memerintahkan Musa untuk menyiapkan semua tahap dan unsur yang diperlukan untuk penahbisan itu (8:1)

2) Musa disuruh memanggil Harun dan anak-anaknya untuk kumpul (8:2)

3) Musa disuruh mengumpulkan semua umat (mengingat jumlah mereka sangat besar, sangat mungkin perwakilan mereka yang kumpul dan sisanya melihat dari kejauhan di tempat masing-masing) (8:3)

4) Musa melakukan persis seperti perintah Tuhan (8:4-5)

5) Pembasuhan Harun dan anak-anaknya oleh Musa (8:6)

6) Mereka dipakaikan pakaian dan perhiasan keimaman (8:7-9)

7) Mereka diurapi dengan minyak (8:10-13)

Lalu sesudah semua tahap ini, mereka diminta memberikan beberapa korban berikut:

1) Korban penghapus dosa (8:14-17)

2) Korban bakaran (8:18-21)

3) Persembahan pentahbisan: darah (8:22-24)

4) Persembahan pentahbisan: sajian (8:25-29)

5) Pemercikan darah pada jubah mereka (8:30)

6) Perjamuan di hadapan Allah (8:31-32)

7) Tujuh hari masa pengudusan (8:33-36)

Pasal 8 Kitab Imamat ini adalah bagian dari tiga pasal – pasal 8 – 10 – yang membahas tentang pentahbisan para imam, pentahbisan kemah sembahyang, dan tindakan peringatan tegas Tuhan atas penyimpangan terhadap ketetapan-Nya.

Hal pertama dalam persiapan pentahbisan Harun dan anak-anaknya adalah:

TUHAN berfirman kepada Musa:

“Panggillah Harun dan anak-anaknya bersama-sama dengan dia, dan ambillah pakaian-pakaian, minyak urapan, dan lembu jantan korban penghapus dosa, dua domba jantan dan bakul berisi roti yang tidak beragi, lalu suruhlah berkumpul segenap umat ke depan pintu Kemah Pertemuan.” Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, lalu berkumpullah umat itu di depan Kemah Pertemuan. – Imamat 8:1-4

Sebelum ini Musa telah diberikan perintah dengan petunjuk rinci tentang apa yang harus disiapkan, dan dilakukan untuk mentahbiskan Harun dan anak-anaknya. Itu disampaikan Tuhan Allah di Keluaran 28 dan 29. Kini secara ringkas disebutkan Musa harus mengambil apa yang sudah diperintahkan untuk dipersiapkan itu, yaitu pakaian keimamatan, minyak urapan, lembu jantan untuk korban penghapus dosa, dua domba jantan untuk korban bakaran, dan bakul berisi roti tanpa ragi untuk korban sajian. Sesudah itu Musa memanggil semua yang akan dikhususkan bagi jabatan keimamatan itu untuk berkumpul. Baru kemudian seluruh umat menyaksikan upacara pentahbisan tersebut.

Pemilihan Harun dan anak-anaknya bukan karena hubungan darah Musa dengan mereka, bukan juga karena maunya mereka sendiri. Melainkan mereka dipilih, dikuduskan, dipercayakan, ditugasi oleh Tuhan Allah untuk menjalani tugas-tugas pengantara antara Allah dan umat, umat dan Allah. Paling tidak ada tiga unsur penting dari pentahbisan imamat Perjanjian Lama: 1) pembersihan diri secara fisik, 2) pengenaan atribut keimamatan, 3) pengurapan, dan 4) pemberian korban-korban sebagaimana yang nanti harus mereka layankan untuk umat yaitu korban penebus dosa, korban bakaran, korban sajian syukur sekaligus perjamuan persekutuan dengan Allah.

Unsur-unsur itu secara makna prinsipilnya masih harus diterapkan kepada semua keimamatan Perjanjian Baru yaitu: pembaruan hidup, pengurapan rohani, perlengkapan kuat-kuasa dan pengetahuan rohani serta pengetahuan pelayanan, disertai kebersyukuran dalam menjalani pelayanan keimamatan. Setiap dan semua unsur itu harus dijalani penuh secara serasi, tidak dengan skala prioritas. Apabila sekarang ini semua orang percaya adalah imamat yang rajani, maka secara prinsip semua unsur penting itu harus dialami oleh semua orang percaya. Para hamba Tuhan penuh waktu menjalani proses penyiapan serius dalam semua unsur itu bukan karena mereka ada di kelas rohani lebih tinggi, melainkan karena mereka dipanggil untuk memperlengkapi semua orang percaya agar gereja sebagai Tubuh Kristus dapat berfungsi dengan baik.

DOA: O Imam Besar Agung, terima kasih Engkau berbagi keimamatan dengan semua orang percaya, dan khusus memakai para hamba Tuhan penuh waktu untuk membina kami agar bersama boleh menjadi imam-imam Perjanjian Baru. Amin.

 

Dukung pelayanan literasi Yayasan Simpul Berkat | E-mail: simpulberkat@gmail.com |
Bank BCA – No. Rekening: 0953882377 – a.n. Philip H. S

Be the first to comment

Leave a Reply