Posted on: 19 Maret 2020 Posted by: admin Comments: 0

Tulah Ketujuh

Keluaran 9:13-35
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Bangunlah pagi-pagi dan berdirilah menantikan Firaun dan katakan kepadanya: Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku. Sebab sekali ini Aku akan melepaskan segala tulah-Ku terhadap engkau sendiri, terhadap pegawai-pegawaimu dan terhadap rakyatmu, dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi. Bukankah sudah lama Aku dapat mengacungkan tangan-Ku untuk membunuh engkau dan rakyatmu dengan penyakit sampar, sehingga engkau terhapus dari atas bumi; akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi. — Pengerasan hati Firaun bukan dan tidak pernah dapat menghentikan rencana TUHAN Allah, malah itu mengundang TUHAN semakin menyatakan kekuasaan-Nya. Sudah enam tulah Ia kirimkan, mulai dengan tulah ketujuh ini akan nyata pengerahan kuat-kuasa TUHAN¬† sehingga nyata bahwa Ia saja yang berkuasa atas seluruh bumi. Inilah alasan TUHAN masih membiarkan mereka hidup.
Engkau masih selalu mengalangi umat-Ku, sehingga engkau tidak membiarkan mereka pergi. Sesungguhnya besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di Mesir sejak Mesir dijadikan sampai sekarang ini. Oleh sebab itu, ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa ke tempat yang aman; semua orang dan segala hewan, yang ada di padang dan tidak pulang berkumpul ke rumah, akan ditimpa oleh hujan es itu, sehingga mati.” Maka siapa di antara para pegawai Firaun yang takut kepada firman TUHAN, menyuruh hamba-hambanya serta ternaknya lari ke rumah, tetapi siapa yang tidak mengindahkan firman TUHAN, meninggalkan hamba-hambanya serta ternaknya di padang. — Kemurahan TUHAN luar biasa. Bukan saja Ia masih memberikan firman peringatan sebelum mendatangkan tulah-Nya yang dahsyat, Ia juga memberitahu agar rakyat dan ternak Mesir menghindar dan tidak mengalami kematian. Tetapi hanya mereka yang telah belajar dari enam tulah sebelumnya dan yang menerima firman peringatan ini dengan serius yang bertindak meluputkandiri dan ternak mereka dari hujan es tersebut. Yang tidak percaya dan bertindak, pasti mengalami kematian.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya hujan es turun di seluruh tanah Mesir, menimpa manusia dan binatang dan menimpa tumbuh-tumbuhan di padang di tanah Mesir.” Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang; juga segala tumbuh-tumbuhan di padang ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala pohon di padang ditumbangkannya. — Seperti halnya tulah-tulah sebelum ini, kemungkinan tersirat arti simbolis dengan tulah hujan es dan api ini. Yaitu, ini mematahkan kepercayaan dan penyembahan kepada Nut, dewi langit. “Ia membiarkan kawanan binatang mereka ditimpa hujan es, dan ternak mereka disambar halilintar” (Mazmur 78:48). Ini menjadi tulah yang paling dahsyat dan mengerikan sejauh ini, sampai dikatakan bahwa Mesir belum pernah mengalami bencana sedahsyat itu sejak mereka ada menjadi bangsa.
Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es. — Israel di Gosyen mengalami keajaiban dalam bentuk lain yaitu rahmat TUHAN memelihara mereka dari hujan es dan halilintar. Mereka dikecualikan adalah bukti bahwa TUHAN Allah sedang menggenapi perjanjian-Nya akan menjadikan mereka umat pilihan-Nya. Kemungkinan mazmur 91 ditulis untuk melukiskan tindakan peluputan yang TUHAN Allah lakukan ini, Apakah ini pola umum yang dapat dialami semua orang percaya di segala tempat dan zaman? Catatan janji perlindungan TUHAN dalam Alkitab dan kesaksian pengalaman nyata berkata bahwa penyertaan dan perlindungan TUHAN tersedia dan berlaku bagi semua orang percaya. Namun, di pihak lain ada tidak kurang catatan Alkitab dan kesaksian pengalaman nyata berkata bahwa orang percaya juga mengalami bahkan dipanggil untuk mengalami kesengsaraan hidup dalam dunia ini. Hanya saja orang percaya menerima itu bukan swbagai hukuman tetapi kesempatan untuk makin melekat pada TUHAN. Maka keluputan Israel di Gosyen tidak mutlak tetapi relative berkait dengan penyataan Alkitab lainnya. Orang percaya memang sudah dan sedang mengalami penyelamatan dan peluputan dan pemeliharaan Tuhan Yesus, namun penyelamatan itu masih berjalan menuju puncak penyempurnaannya. Dan sementara menanti-nanti ini kita dengan semua makhluk ciptaan Tuhan lainnya sama berkeluh kesah sampai bumi baru langit baru menjadi kenyataan.
Lalu Firaun menyuruh memanggil Musa dan Harun serta berkata kepada mereka: “Aku telah berdosa sekali ini, TUHAN itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah. Berdoalah kepada TUHAN; guruh yang sangat dahsyat dan hujan es itu sudah cukup. Maka aku akan membiarkan kamu pergi, tidak usah kamu tinggal lebih lama lagi.” Dan berkatalah Musa kepadanya: “Sekeluar aku dari kota ini, aku akan mengembangkan tanganku kepada TUHAN; guruh akan berhenti dan hujan es tidak akan turun lagi, supaya engkau mengetahui, bahwa bumi adalah milik TUHAN. Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada TUHAN Allah.” –Tanaman rami dan jelai telah tertimpa binasa, sebab jelai itu sedang berbulir dan rami itu sedang berbunga. Tetapi gandum dan sekoi tidak tertimpa binasa, sebab belum lagi musimnya. — Lalu keluarlah Musa dari kota itu meninggalkan Firaun, dikembangkannyalah tangannya kepada TUHAN, maka berhentilah guruh dan hujan es dan hujan tidak tercurah lagi ke bumi. Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya. Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi–seperti yang telah difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa. — Firaun kini mengucapkan pengakuan dan pertobatan — “Aku telah berdosa, TUHAN itu yang benar, aku dan rakyatku yang bersalah.” Meski tahu bahwa itu bukan pertobatan sejati sepenuh hati Musa tetap mendoakan supaya TUHAN menghentikan tulah ketujuh itu. Nyatanya begitu hujan es itu berhenti, Firaun kembali mengeraskan hati.¬†

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment