Posted on: 13 Maret 2020 Posted by: admin Comments: 0

Tulah Ketiga

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Katakanlah kepada Harun: Ulurkanlah tongkatmu dan pukulkanlah itu ke debu tanah, maka debu itu akan menjadi nyamuk di seluruh tanah Mesir.” Lalu mereka berbuat demikian; Harun mengulurkan tangannya dengan tongkatnya dan memukulkannya ke debu tanah, maka nyamuk-nyamuk itu hinggap pada manusia dan pada binatang. Segala debu tanah menjadi nyamuk di seluruh tanah Mesir. Para ahli itupun membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu manteranya untuk mengadakan nyamuk-nyamuk, tetapi mereka tidak dapat. Demikianlah nyamuk-nyamuk itu hinggap pada manusia dan pada binatang. Lalu berkatalah para ahli itu kepada Firaun: “Inilah tangan Allah.” Tetapi hati Firaun berkeras, dan ia tidak mau mendengarkan mereka–seperti yang telah difirmankan TUHAN. — Keluaran 8:16-10
Tulah ketiga terjadi tanpa firman peringatan dari TUHAN. Bukan karena Ia kejam, melainkan karena Ia adil. Dua kali Firaun sudah diperingatkan, dua kali Firaun sudah melihat bukti nyata bahwa TUHAN sungguh adalah Tuhan yang berkuasa, dua kali pula ia diberi kesempatan untuk tunduk kepada kehendak TUHAN, tetapi ia tetap berkeras hati. Sesudah kemurahhatian maka keadilan beracara.
Tulah ketiga ini adalah kutu atau nyamuk yang terjadi karena Harun memukulkan tongkat Musa ke debu tanah dan debu-debu tanah di seluruh Mesir berubah menjadi kutu. Sedikit kutu atau nyamuk saja berterbangan di ruang tempat kita ada sudah sangat mengganggu dan mengkhawatirkan. Karena sengatannya selain menimbulkan gatal dan luka juga berpotensi membawa penyakit. Apalagi jika kutu atau nyamuk itu sebanyak debu tanah. Ini bukan saja mengganggu keseharian raja dan rakyat, itu pun sangat mungkin melumpuhkan peribadahan Mesir. Tidak terbayangkan para imam memimpin ritual kepada berbagai dewa dan dewi itu sambal terus menerus mengusir nyamuk dan menggaruk badan!
Meski para ahli sihir kali ini gagal meniru dan bahkan menyatakan bahwa itu adalah perbuatan tangan Allah, Firaun tetap mengeraskan hati. Maka ia memposisikan diri semakin menjadi lawan TUHAN dan berarti semakin mengundang berbagai petaka susulan.

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment