Posted on: 17 Maret 2020 Posted by: admin Comments: 0

Tulah Kelima

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah menghadap Firaun dan berbicaralah kepadanya: Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku. Sebab jika engkau menolak membiarkan mereka pergi dan masih menahan mereka, maka ternakmu, yang ada di padang, kuda, keledai, unta, lembu sapi dan kambing domba, akan kena tulah TUHAN, yakni kena penyakit sampar yang dahsyat. Dan TUHAN akan membuat perbedaan antara ternak orang Israel dan ternak orang Mesir, sehingga tidak ada yang akan mati seekorpun dari segala ternak orang Israel.” Selanjutnya TUHAN menentukan waktunya, firman-Nya: “Besoklah TUHAN akan melakukan hal itu di negeri ini.” Dan TUHAN melakukan hal itu keesokan harinya; segala ternak orang Mesir itu mati, tetapi dari ternak orang Israel tidak ada seekorpun yang mati. Lalu Firaun menyuruh orang ke sana dan sesungguhnyalah dari ternak orang Israel tidak ada seekorpun yang mati. Tetapi Firaun tetap berkeras hati dan tidak mau membiarkan bangsa itu pergi. — Keluaran 9:1-7 
Tulah kelima ditujukan kepada semua ternak orang Mesir — kuda, keledai, unta, lembu sapi dan kambing domba — yang di padang. Dalam kebudayaan religious Mesir banyak binatang disembah karena dianggap mewakili dewa-dewi tertentu. Antara Bat yaitu dewi lembu yang diserap oleh Hathor — dewi paling penting yang dikaitkan dengan angkasa, matahari, seksualitas dan keibuan, musik dan tari, dan kehidupan sesudah kematian; merupakan salah satu bentuk dari mata dewa Ra. (Tentang religi politeistis Mesir, lihat: https://simple.wikipedia.org/wiki/List_of_Egyptian_gods_and_goddesses). Maka sam[ar yang TUHAN arahkan kepada semua ternak Mesir di padang ini pada hakikatnya menyerang peribadahan sesat Mesir sambil mengukuhkan bahwa hanya TUHAN Allah sejati yang layak menerima puja puji taat manusia.Sekali lagi terjadi pembedaan, pemisahan, perkecualian. Ternak Mesir tertular sampar, ternak Israel tidak diserang sampar. Ini merupakan mukjizat bersisi jamak — pertama sampar itu dikirim TUHAN, kedua sampat itu menyerang ternak Mesir, dan ketiga sampar itu tidak menyerang ternak Israel padahal ternak Firaun sendiri banyak terdapat di Gosyen (Keluaran 47:6). Satu tindakan TUHAN Allah membawa tulah sampar, sekaligus berarti juga pemeliharaan dan penyelamatan. Satu tindakan bersifat hukuman sambil juga bersifat anugerah. Semuanya bergantung pada Ia berpihak kepada siapa, atau lebih tepatnya manusia dan segenap miliknya ada di pihak TUHAN atau tidak!

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment