Posted on: 16 Maret 2020 Posted by: admin Comments: 0

Tulah Keempat

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Bangunlah pagi-pagi dan berdirilah menantikan Firaun, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku; sebab jika engkau tidak membiarkan umat-Ku itu pergi, maka Aku akan melepaskan pikat terhadap engkau, terhadap pegawai-pegawaimu, rakyatmu dan rumah-rumahmu, sehingga rumah-rumah orang Mesir, bahkan tanah, di mana mereka berdiri akan penuh dengan pikat. Tetapi pada hari itu Aku akan mengecualikan tanah Gosyen, di mana umat-Ku tinggal, sehingga di sana tidak ada terdapat pikat, supaya engkau mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini. Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu. Besok tanda mujizat ini akan terjadi.” TUHAN berbuat demikian; maka datanglah banyak-banyak pikat ke dalam istana Firaun dan ke dalam rumah pegawai-pegawainya dan ke seluruh tanah Mesir; negeri itu menderita karena pikat itu. Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini.” Tetapi Musa berkata: “Tidak mungkin kami berbuat demikian, sebab korban yang akan kami persembahkan kepada TUHAN, Allah kami, adalah kekejian bagi orang Mesir. Apabila kami mempersembahkan korban yang menjadi kekejian bagi orang Mesir itu, di depan mata mereka, tidakkah mereka akan melempari kami dengan batu? Kami harus pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, seperti yang difirmankan-Nya kepada kami.” Lalu kata Firaun: “Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. Berdoalah untuk aku.” Lalu kata Musa: “Sekarang aku keluar meninggalkan tuanku dan akan berdoa kepada TUHAN, maka pikat itu akan dijauhkan besok dari Firaun, dari pegawai-pegawainya dan rakyatnya; hanya janganlah Firaun berlaku curang lagi dengan tidak membiarkan bangsa itu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN.” Sesudah itu keluarlah Musa meninggalkan Firaun, lalu berdoa kepada TUHAN. Dan TUHAN membuat seperti yang dikatakan Musa: pikat itu dijauhkan-Nya dari Firaun, dari pegawai-pegawainya dan rakyatnya; seekorpun tidak ada yang tinggal. Tetapi sekali inipun Firaun tetap berkeras hati; ia tidak membiarkan bangsa itu pergi. — Keluaran 8:20-32
Tulah keempat adalah pikat atau serangga yang berukuran lebih besar dari nyamuk, bias terbang, kemungkinan adalah lalat, kumbang, tawon dan serangga lain yang dapat menyengat. Ada penafsir mengatakan bahwa ini adalah kumbang yang dipuja oleh bangsa Mesir sebagai symbol kehidupan atau kuasa kreativitas, dan dewa matahari, Chepera digambarkan memiliki kepala berbentuk kumbang. Apa pun persisnya, tulah ini berfungsi seperti tulah sebelumnya yaitu melumpuhkan ritus peribadahan dan roda kegiatan seluruh aspek hidup orang Mesir dari istana sampai ke rumah penduduk biasa
Tulah ini semakin mempertegas bahwa TUHAN Allah adalah satu-satunya Allah yang Mahakuasa, yang berdaulat dan mengendali segala sesuatu. Kenyataan dari kesejatian Allah itu adalah Ia bukan saja berkuasa mengirimkan tulah dan hukuman, Ia juga berkuasa mengecualikan (bisa berarti: memisahkan, membuat garis pembeda) tanah Gosyen tempat Israel bermukim dari tulah pikat itu. Tanpa ada tembok pemisah, tabir penghalang, atau apa pun yang kasat mata dibuat manusia, semua serangga itu berterbangan hanya di wilayah pemukiman orang Mesir. Gosyen dan semua umat TUHAN tidak disatroni oleh kawanan besar tawon atau kumbang tersebut. Ini demi menegaskan bahwa TUHAN Allah Israel benar-benar adalah Allah sejati.
Bagian selanjutnya dari nas ini menceritakan Firaun hanya berusaha untuk mempermainkan TUHAN. Mengizinkan tetapi dengan syarat, mengizinkan dengan terpaksa, sesudah doa Musa dijawab TUHAN tulah dilalukan Firaun kembali memgeraskan hatinya. Izin yang ia berikan hanya dibibir, sebab begitu tulah berlalu ia kembali ke sikap melawan perintah TUHAN.

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment