Posted on: 6 Mei 2020 Posted by: admin Comments: 0

Tradisi yang Menzaman

Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu. Musa berkata: “Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir.” Sebab itu Musa berkata kepada Harun: “Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun.” Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan. Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan. Adapun segomer ialah sepersepuluh efa. — Keluaran 16:31-36
Pelajaran untuk masa kini dari penyimpanan manna untuk dijadikan bagian dalan ibadah orang Israel:
1. Apa saja kisah-kisah perbuatan Tuhan Allah yang mendefinisi dan membentuk siapa kita sebagai pribadi, sebagai keluarga, sebagai gereja yang sungguh terukir dalam ingatan kita dan yang sering dipercakapkan dengan syukur dan suka antar generasi kita?
2. Benda-benda dan berbagai peringatan apa saja dalam keluarga dan gereja kita menjadi penunjuk dan pengingat kuat tentang sifat dan karya Tuhan Allah dulu dan yang dampaknya berkelanjutan?
3. Bagaimana kita perlu menyatukan antara kisah tentang perbuatan ajaib Allah dan unjukan yang menjadi peringatan tentang pewujudan anugerah Allah dengan pemaknaannya secara segar, hidup, kreatif?
4. Bagaimana supaya 1) bingkai dan unjukan tradisi tidak menjadi tradisionalisme membosankan, beku dan mati, 2) keterbukaan pada eksplorasi perayaan dan peringatan iman yang relevan dan kontemporer, boleh berjalan seiring, saling isi dan menjadi wadah bagi kehadiran dan karya-karya ajaib Allah yang berkelanjutan?
5. Apa kekurangan dan kesalahan tradisionalisme, dan kelemahan dan kekeliruan kontemporerisme yang perlu kita hindari dan perbaiki?

 

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment