Posted on: 27 Oktober 2019 Posted by: admin Comments: 0

Solusi Konflik

Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: “Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.” Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ. — Kisah Para Rasul 15:36-41
Sidang gereja di Yerusalem berhasil membahas isu yang hampir menyebabkan skisma antara umat Kristen Yahudi dan umat Kristen bukan Yahudi dan mengambil keputusan yang mengukuhkan kesatuan, kesukaan dan geliat misi. Berbeda dari kondisi tersebut, perbedaan pendapat tentang rekan sekerja antara Paulus dan Barnabas tidak dapat diselesaikan, akibatnya mereka berpisah.
Penyebabnya adalah tentang keikutsertaan Markus, ponakan Barnabas yang baru selangkah dari Siprus ke Pamfilia sudah meninggalkan mereka — mungkin karena kangen ibu, atau tidak tahan perjalanan berat, atau lemah semangat mengarungi misi penuh tantangan dan risiko. Paulus — meski tidak disebutkan alasannya oleh Lukas — mungkin beranggapan tidak pada tempatnya orang yang tidak ikut serta dalam perjuangan berat menanam dan menghasilkan gereja-gereja baru itu lalu ikut dalam perjalanan supervise kepada gereja-gereja itu. Itu yang tersirat dari ungkapan ini: “tidak baik” membawa serta orang yang “telah meninggalkan mereka” dan “tidak mau turut bekerja.” Di pihak lain, Bernabas yang arti namanya dan tindakannya seperti yang ia buat terhadap Paulus juga, selalu berpengharapan dan percaya akan kesempatan untuk berubah dan bertumbuh, sama bersikukuhnya seperti Paulus untuk memberi kesempatan lagi kepada Markus.
Selisih pendapat disertai keteguhan sikap pribadi masing-masing itu tidak bias diselesaikan dengan cara salah satu mengalah. Melainkan, jalan pemecahan yang mereka ambil adalah tim dipecah dua — Paulus mengajak Silas, Barnabas mengajak Markus. Lalu mereka berpisah dan bekerja di rute misi berbeda.
Perpisahan tidak disebabkan oleh perbedaan doktrin, penyalahgunaan dana misi, persaingan pengaruh dan berbagai alasan lain yang tidak baik. Perpisahan itu tidak sama dengan permusuhan atau persaingan atau kepahitan. Meski secara manusiawi terkesan sayang bahwa telah terjadi perselisihan setajam itu, namun andai tidak terbagi dua tim bukankah pelipatgandaan church planting dan church growing tidak akan sepesat yang telah terjadi. Entahlah. Yang jelas kemudian hari Paulus mengakui, memberi pujian tentang Markus bahkan meminta dia datang menemaninya (2 Timotius 4:11). Terbukti bahwa Tuhan terys bekerja membentuk dan memakai baik tipe Paulus, tipe Barnabas, juga tipe Markus. Terpujilah Tuhan sang Pencipta dan Pembentuk berbagai karakter dan kepribadian manusia.

Mari memberkati sesama di banyak daerah melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment