Posted on: 30 Januari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Rangkaian Keajaiban

Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin. Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya. Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan.” Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu. Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa. Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari. Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia. Sesudah peristiwa itu datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan merekapun disembuhkan juga. Mereka sangat menghormati kami dan ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan.¬† — Kisah Para Rasul 28:1-10
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.– Markus 16:17-18
Rangkaian keajaiban terjadi di fase jelang akhir catatan tentang pelayanan Paulus:
1. Dua ratus tujuh puluh enam orang dari kapal yang terdampar itu semuanya selamat. Tidak satu orang pun hilang, hanyut, tenggelam, mati lemas dlsb. Janji Tuhan kepada Paulus terbukti. Ia Tuhan yang baik yang aktif memancarkan kebaikan-Nya melalui banyak saluran, terutama melalui dampak pemeliharaan-Nya atas orang-orang pilihan-Nya. Ingat dampak penyertaan Allah  atas Abraham, Yusuf, Elia-Elisa, Daniel, dst. pada banyak orang?
2. Entah karena tidak mengerti bahasa penduduk setempat atau melihat adat dan budaya mereka, Lukas menyebut penduduk asli pulau itu (Malta) sebagai barbar. Orang barbar itu ternyata tidak mengambil kesempatan merampasi sisa-sisa milik penumpang kapal atau menawan mereka. Melainkan mereka menyambut dengan ramah memberi bantuan, “hospitality.” Memang dengan mengingat ini betapa kita tidak boleh menghakimi isi karena melihat bungkusnya.
3. Indahnya sikap dan karakter Paulus. Ia tidak hanya pandai berkhotbah, sigap memberi nasihat, hiburan dan teguran. Kini ia sigap berinisiatif mengambil ranting-ranting untuk membuat api yang sudah dinyalakan penduduk setempat agar tetap menyala dan menghangatkan mereka semua. Pengkhotbah besar yang juga besar hati melakukan hal-hal biasa bahkan sepele namun perlu untuk situasi nyata.
4. Dugaan bahwa racun ular beludak itu membuat Paulus mati tidak terjadi. Janji penyertaan dan perlindungan Tuhan yang terjadi dan terbukti! Peristiwa ini menjadi cara Allah menelanjangi kekacauan percaya penduduk itu. Mulanya mereka beranggapan Paulus dikutuk dewa keadilan karena dipagut ular, kemudian ketika Paulus tidak apa-apa mereka berbalik pendapat bahwa Paulus dewa. Betapa hebat perusakkan yang diakibatkan dosa dalam berbagai kepercayaan dan manifestasinya dalam kebudayaan mana pun.
5. Ayah dari kepala penduduk Malta sakit — Lukas memakai istilah yang menunjukkan keahliannya sebagai dokter zaman itu — demam dan disenteri adalah penyakit orang itu. Paulus mempraktikkan otoritas yang diberikan sang Penguasa di langit dan di bumi, Yesus Kristus yang bangkit-naik-memerintah di surga dengan menumpangkan tangan dan menyembuhkan. Bahkan sesudah penyembuhan itu banyak lagi penduduk setempat yang sakit yang datang dan disembuhkan oleh Paulus dalam otoritas Yesus Kristus. Lingkup kuasa Yesus Kristus tidak saja atas ranah rohani tetapi atas seluruh dan sepenuh realitas — zat, makhluk, anasir, unsur, ya seluruh-semua-segala sesuatu.
Betapa ajaib bahwa dari puing-puing karam kapal boleh terjadi rangkaian keajaiban, keindahan dan pemulihan seperti itu. Sebuah gambaran tentang apa yang selalu terjadi ketika Injil beroperasi melalui orang-orang yang setia membagikannya. Terpujilah Allah Bapa, Putra dan Roh di bumi seperti di surga.
Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377
Categories:

Leave a Comment