Posted on: 27 April 2020 Posted by: admin Comments: 0

Perspektif Kristen tentang Bencana dan Wabah (3)

  • Tanya: Jika memang, “apa pun bentuk sikon buruk yang kita alami pasti berasal dari semua sifat Allah itu,” bukankah berarti sifat, sikap dan tindakan Allah itu bisa saling berbenturan, kacau, membingungkan dan sukar untuk kita dapat memercayai Allah?

Jawab: Memang perlu kita akui bahwa persepsi dan pertimbangan kita seringkali sukar menerima berbagai sifat Allah sebagai serasi satu sama lainnya. Demikian juga dengan sikap dan tindakan Allah. Misalnya, sukar kita menerima bahwa Allah adalah kudus, adil, dan murka di satu sisi sambil juga penuh kasih, rahmat, panjang sabar di sisi lain dari sifat-Nya. Juga sukar untuk kita mempertemukan sikap Allah yang membedakan atau mengecualikan semisal kepada Yakub dan Esau, terhadap Israel dan terhadap bangsa-bangsa lain sekitar Israel seperti Mesir, Babil, dlsb. Juga tindakan Allah, seperti tindakan hukuman-Nya sukar dapat kita pahami adalah juga tindakan penyelamatan-Nya, entah sebagai dua tindakan yang berjalan sejajar atau bahkan satu tindakan yang sama dengan dua sisi berbeda dampak. Tetapi itulah yang kita temui dalam banyak kisah dan ajaran Alkitab. Supaya tidak menganggap bahwa Allah berkonflik dalam diri-Nya, kita perlu mengingat beberapa hal berikut ini. 1) Berbagai sifat, sikap dan tindakan Allah pasti bukan saling bertentangan sebab hakikat Allah yang kekal dan mulia, memastikan bahwa diri-Nya utuh dan serasi di dalam dan ke luar, 2) Kita adalah manusia yang terbatas dan ternoda dosa sehingga tidak memiliki pencerapan, pertimbangan seutuh, seluas dan setepat Allah. Maka lebih tepat kita mengakui bahwa banyak dari sifat, sikap dan tindakan Allah merupakan misteri, bersifat paradoksal, dan tidak terselami oleh berbagai penilaian manusiawi kita yang terbatas dan berdosa, 3) Juga perlu diingat bahwa sifat, sikap dan tindakan Tuhan itu berinteraksi dengan berbagai prinsip dan hukum alami, moral dan spiritual yang Ia ciptakan. Ketika mencipta ciptaan dan semua makhluk di dalamnya terutama manusia yang adalah gambar dan rupa-Nya sendiri, Allah menginginkan dan menetapkan untuk memberi ruang bagi partisipasi ciptaan-Nya untuk berkontribusi nyata dalam situasi dan kondisi nyata ciptaan-Nya ini. Maka seringkali merenungkan berbagai peristiwa dalam dunia ini bagaikan melihat labirin yang sangat kompleks. (Bersambung)

 

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

 

 

Categories:

Leave a Comment