Posted on: 31 Januari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Penghiburan

Tiga bulan kemudian kami berangkat dari situ naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu. Kapal itu memakai lambang Dioskuri. Kami singgah di Sirakusa dan tinggal di situ tiga hari lamanya. Dari situ kami menyusur pantai, lalu sampai ke Regium. Sehari kemudian bertiuplah angin selatan dan pada hari kedua sampailah kami di Putioli. Di situ kami berjumpa dengan anggota-anggota jemaat, dan atas undangan mereka kami tinggal tujuh hari bersama-sama mereka. Sesudah itu kami berangkat ke Roma. Saudara-saudara yang di sana telah mendengar tentang hal ihwal kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya. Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya. — Kisah Para Rasul 28:11-16
Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. — Roma 1:10-12
Membaca catatan Lukas ini kita boleh dikuatkan tentang ketepatan Alkitab sebagai ilham firman dan catatan tepat teliti oleh manusia. Lukas sebagai seorang terdidik dalam ilmu pengobatan benar-benar menunjukkan kualitas penelitian dan ketelitian dia. Di ayat 7 ia menyebut tentang Publius sebagai “protos” di Malta — terjemahan tepatnya bukan gubernur tetapi kepala,  mungkin semacam kepala suku atau pemimpin. Kemudian Lukas mencatat tentang penyakit yang diderita ayah Publius yaitu demam dan disenteri (buang air disertai darah). Kini ada lagi catatan tentang Dioskuri — yaitu figur kepala dua dewa bersaudara penjaga laut menurut kepercayaan setempat — yaitu Castor dan Pollux. Ini entah hanya menunjukkan ketelitian Lukas atau ada semacam kesengajaan makna bahwa seorang utusan Allah kini menunggangi kapal yang dijaga oleh dua dewa laut. Barangkali.
Terakhir perhatikan indahnya catatan Lukas tentang perjumpaan Paulus dengan orang percaya di Putiuli dan akhirnya dengan pemercaya di Roma. Dalam beberapa terjemahan bukan saja dengan pemercaya di Roma dikatakan bahwa Paulus (dan tentu juga Aristarkus dan Lukas yang menyertainya) dikuatkan, dihiburkan, diberanikan. Kata yang digunakan di ayat 14 untuk “meminta atau mengundang” adalah kata yang sama digunakan untuk Roh Penghibur, Penasihat, Penguat. Sementara ayat 15, di Roma Paulus cs mengambil atau menerima kekuatan dari para pemercaya di Roma. Intinya jelas hamba Tuhan sekaliber Paulus pun perlu penghiburan dan penguatan, dan itu didapatkan melalui persekutuan baik dengan para rekan sepelayanan maupun dengan para pemercaya “biasa” baik yang dalam keadaan suka maupun yang seperti orang percaya di Roma yang dalam keadaan terancam tekanan dan ancaman dari penguasa.
Roh Penghibur menguatkan, menasihati, mendampingi baik melalui spiritualitas pribadi dalam pembacaan Alkitab dan doa dan pujian, maupun dalam persekutuan dengan sesame orang percaya.
Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377
Categories:

Leave a Comment