Posted on: 16 Januari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Pembelaan Paulus

berkatalah Paulus: “Aku tahu, bahwa sudah bertahun-tahun lamanya engkau menjadi hakim atas bangsa ini. Karena itu tanpa ragu-ragu aku membela perkaraku ini di hadapanmu: Engkau dapat memastikan, bahwa tidak lebih dari dua belas hari yang lalu aku datang ke Yerusalem untuk beribadah. Dan tidak pernah orang mendapati aku sedang bertengkar dengan seseorang atau mengadakan huru-hara, baik di dalam Bait Allah, maupun di dalam rumah ibadat, atau di tempat lain di kota. Dan mereka tidak dapat membuktikan kepadamu apa yang sekarang dituduhkan mereka kepada diriku. Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi. Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar. Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. Dan setelah beberapa tahun lamanya aku datang kembali ke Yerusalem untuk membawa pemberian bagi bangsaku dan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan. Sementara aku melakukan semuanya itu, beberapa orang Yahudi dari Asia mendapati aku di dalam Bait Allah, sesudah aku selesai mentahirkan diriku, tanpa orang banyak dan tanpa keributan. Merekalah yang sebenarnya harus menghadap engkau di sini dan mengajukan dakwaan mereka, jika mereka mempunyai sesuatu terhadap aku. Namun biarlah orang-orang yang hadir di sini sekarang menyatakan kejahatan apakah yang mereka dapati, ketika aku dihadapkan di Mahkamah Agama. Atau mungkinkah karena satu-satunya perkataan yang aku serukan, ketika aku berdiri di tengah-tengah mereka, yakni: Karena hal kebangkitan orang-orang mati, aku hari ini dihadapkan kepada kamu.”  — Kisah Para Rasul 24:10-21
Begini isi pembelaan Paulus:
1. Beda dari bahasa Tertulus yang membual dan menjilat, Paulus cukup mengakui dan mengingatkan Feliks adalah hakim (yang harus mengadili dengan benar dan adil).
2. Terhadap tuduhan bahwa ia telah menimbulkan kekacauan di seluruh dunia yang beradab, Paulus menegaskan bahwa ia belum sampai dua minggu ada di Yerusalem — sungguh tidak masuk akal dalam tempo sesingkat itu ia sanggup menimbulkan kekacauan sehebat dan seluas yang dituduhkan,
3. Terhadap tuduhan kedua, Paulus mengakui bahwa ia memang pengikut Nasrani, tetapi ia menolak penggunaan kata sekte seolah menjadi Nasrani itu menyimpang atau sempalan, melainkan ia memakai kata “Jalan” yaitu sekaligus menegaskan pengajaran dan kehidupan Yesus adalah Jalan untuk menggenapi janji dan tuntutan Taurat, maka justru inilah Jalan yang sesungguhnya dimaksudkan oleh Allah.
4. Terhadap tuduhan bahwa ia melanggar kekudusan Bait, Paulus menegaskan bahwa ia justru ke Yerusalem untuk membawa bantuan kesejahteraan dan ia sendiri sedang memenuhi nazar sebagaimana yang diatur oleh hukum Taurat.
5. Paulus menegaskan bahwa ia senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni baik di hadapan Allah maupun manusia,
6. Terakhir, Paulus mengklaim bahwa penuduhnya tidak memiliki bukti tentang apa yang dituduhkan sebab yang menyampaikan tuduhan itu harusnya adalah para anggota mahkamah agama sendiri dan bukan diwakilkan kepada Tertulus.
7. Dalam semua isi dan bahasa pembelaan Paulus ini terlihat nyata keberanian, semangat, ketulusan untuk meninggikan Allah dan mengemukakan poin-poin penting dari Injil Yesus Kristus.
Semangat dan keterusterangan mempersaksikan Yesus Kristus adalah pertanda logis adanya hubungan akrab dengan Yesus Kristus dan keyakinan tak tergoyahkan akan kuasa Injil (Roma 1:16-17)
Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment