Posted on: 13 Desember 2019 Posted by: admin Comments: 0

Menuju Yerusalem

Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara. Di Patara kami mendapat kapal, yang hendak menyeberang ke Fenisia. Kami naik kapal itu, lalu bertolak. Kemudian tampak Siprus di sebelah kiri, tetapi kami melewatinya dan menuju ke Siria. Akhirnya tibalah kami di Tirus, sebab muatan kapal harus dibongkar di kota itu. Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem. Tetapi setelah lewat waktunya, kami berangkat meneruskan perjalanan kami. Murid-murid semua dengan isteri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota; dan di tepi pantai kami berlutut dan berdoa.
Sesudah minta diri kami naik ke kapal, dan mereka pulang ke rumah. Dari Tirus kami tiba di Ptolemais dan di situ berakhirlah pelayaran kami. Kami memberi salam kepada saudara-saudara dan tinggal satu hari di antara mereka. Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat. Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: “Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain.” Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem.
Tetapi Paulus menjawab: “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.” Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan!” Sesudah beberapa hari lamanya tinggal di Kaisarea, berkemaslah kami, lalu berangkat ke Yerusalem. Bersama-sama dengan kami turut juga beberapa murid dari Kaisarea. Mereka membawa kami ke rumah seorang yang bernama Manason. Ia dari Siprus dan sudah lama menjadi murid. Kami akan menumpang di rumahnya. — Kisah Para Rasul 21:1-16
Kesan dari pelayaran dan perjalanan Paulus cs dari Efesus ke Yerusalem:
1. Jarak yang ditempuh melalui laut dengan kapal dan Efesus, Koos, Rodos, Patara (Mira), Tirus dan berakhir di Ptolemais kira-kira 1,400 km, lalu dari Ptolemais ke Kaisarea dan terus ke Yerualem dengan berjalan kaki kira-kira 150 km. Jarak sejauh itu ditempuh dengan aman dan dicatat secara sangat cepat oleh Lukas sambil di sela-selanya peringatan dari Roh Kudus bahwa perjalanan ini menuju ke aniaya yang akan dialami di Yerusalem, dua kali para murid karena rasa sayang manusiawi kepada Paulus meminta agar ia tidak ke Yerusalem. Tetapi, Paulus justru semakin memantapkan langkahnya untuk ke sana apa pun risikonya. Ingat bagaimana Yesus Kristus juga semakin bulat hati menuju Yerusalem untuk disalibkan, meski para murid-Nya mencegah?
2. Beberapa kota yang disinggahinya tidak terjadi pertemuan dengan jemaat orang percaya. Ini mungkin menunjukkan bahwa kendati perjalanan misionaris Paulus sudah sedemikian luas menjangkau kota-kota di wilayah tersebut ternyata entah karena penolakan atau karena belum terjadi kesaksian, masih ada yang di dalamnya belum terdapat gereja Tuhan.
3. Perpisahan dengan jemaat di beberapa kota seperti di Miletus sebelum ini, kini dicatat juga perpisahan mengharukan penuh ungkapan kasih sayang dan persekutuan rohani yang erat di Tirus dan Kaisarea. Seperti kita ingat bahwa jemaat di Kaisarea itu antara lain adalah hasil karya Roh mempertemukan Kornelius dan Petrus sampai terbentuk jemaat di rumahnya.
4. Anak-anak gadis Folipus disebut bernubuat. Ini menunjukkan bahwa karunia bernubuat adalah hal yang wajar dan berasal dari Roh, juga bahwa peran serta perempuan di Kisah para Rasul, juga di dalam catatan PB bahkan juga PL sangat luas tentang berbagai peran dan fungsi pelayanan serta kepemimpinan kaum perempuan dalam umat Tuhan. Penolakan terhadap kepemimpinan perempuan termasuk bermasalah dalam penafsiran teks Alkitab.
5. Tentang maksud peringatan Roh: bukan untuk mendorong Paulus menghindar dari pergi ke Yerusalem, melainkan untuk menegaskan risiko yang sedang menanti Paulus di sana dan supaya ia sungguh bulat tekad dan siap jiwa-raga menghadapi itu. Dan memang itulah yang sungguh  Paulus lakukan.
Mari memberkati sesama di banyak daerah melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment