Posted on: 31 Maret 2020 Posted by: admin Comments: 0

Menghitung Masa Secara Baru

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:  “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. — Keluaran 12:1-2
Mengapa TUHAN Allah memerintahkan Musa dan Harun untuk mengubah sistem kalender mereka?
Kalender, almanak adalah cara untuk menandai perjalanan waktu. Umumnya semua bangsa beradab memiliki sistem penghitungan waktu masing-masing. Entah sistem waktu menurut peredaran bulan atau matahari, lazimnya juga penghitungan waktu dimaksudkan untuk menandai musim kehidupan di bumi ini. Lebih dari itu, penghitungan waktu pada akhirnya menjadi tanda dan pengingat akan kefanaan manusia dan akan kekekalan sang Pencipta segala sesuatu dan Pengatur musim-musim supaya kita manusia fana ini ingat bahwa entah kita akan sampai di tujuan kekal Bahagia Bersama sang Khalik atau tidak termasuk di dalamnya.
Bani Israel di Gosyen tentu mengikuti sistem kalender Mesir yang dimulai di musim gugur, yaitu bulan Thot, yaitu Tisri atau bulan ketujuhnya orang Yahudi (September-Oktober kita), Mengingat begitu erat dan menyatunya perayaan akan fenomena alam dan musim dengan penyembahan berhala — dewa matahari, dewi kesuburan, menyembah air {Nil}, dlsb. maka dengan mengikuti kalender Mesir jelas bani Israel sangat mungkin terpengaruh bahkan terpola oleh perspektif pemberhalaan segala yang fana dalam kebudayaan Mesir sehingga ketajaman untuk menyadari Kehadiran dan Pemerintahan sang Khalik serta tujuan hidup manusia harus terarah kepada-Nya menjadi pudar. 
Kini TUHAN Allah memberi perintah agar tindakan Keluaran oleh-Nya yang jatuh di bulan Abib (sekitar Maret-April kita) yang kemudian dalam peristiwa bersejarah berikut diubah nama menjadi bulan Nisan, dijadikan awal dari penghitungan masa dan waktu bani TUHAN Allah itu. Tonggak, pengukur, penanda waktu, kegiatan, kebudayaan umat TUHAN Allah harusnya bukan merujuk kepada hal-hal bumiah yang fana apalagi kepercayaan-kepercayaan yang sia-sia melainkan harus menyadari terus akan Tindakan, Anugerah, Kehadiran, Kedaulatan , Pemerintahan TUHAN Allah dalam sepanjang kehidupan umat-Nya. Maka tidak heran bahwa untuk umat Kristen, karya Keluaran Terakhir dalam dan melalui hidup-ajaran-kematian-kebangkitan-kenaikan Yesus Kristus menjadi tonggak pengukuran dan penghitungan waktu secara baru. Dan dengan merayakan-menyadari perjalanan hidup dan berbagai karya penyelamatan Yesus Kristus sepanjang tahun kehidupan ini, kiranya kita boleh luput dari sistem pemberhalaan karunia-karunia hidup, dan memiliki ketajaman visi bahagia mulia dan kekal untuk masing-masing kita. 
Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel… firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.– Yesaya 43:16-19Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. — 2 Korintus 5:17-19

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment