Posted on: 22 Mei 2020 Posted by: admin Comments: 0

Makna Kenaikan Yesus

Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? — Yohanes 6:62
Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa… — Yohanes 20:17
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.  — Markus 16:19
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.– Lukas 24:51
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. — Kisah Para Rasul 1:9
Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. — Kisah Para Rasul 7:55
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?  — Roma 8:33-34
Betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. — Efesus 1:19-21
Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” — Efesus 4:8
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. — Kolose 3:1
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. — Ibrani 1:3-4
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. — Ibrani 6:19-20
Kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga — Ibrani 8:1
Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.  — Ibrani 9:24 — lihat juga ay. 12)
Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah — Ibrani 10:12
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. — Ibrani 12:2
Dari empat Injil, hanya Markus dan Lukas mencatat peristiwa Kenaikan Yesus. Matius dan Yohanes hanya mengandaikan peristiwa itu. Sementara itu ada begitu banyak ayat dalam Kisah Rasul dan surat-surat Perjanjian Baru yang menyatakan makna teologis Kenaikan Yesus. Mengapa demikian? Apa saja makna penting Kenaikan Yesus untuk kepercayaan umat Kristen?
1. Seperti halnya Kelahiran Yesus hanya dicatat oleh Matius dan Lukas sementara Markus dan Yohanes cukup mengandaikan kesejarahan Kelahiran Yesus, demikian juga Kenaikan Yesus dicatat oleh Markus dan Lukas, diandaikan oleh Matius dan Yohanes.
2. Seluruh hidup dan karya Yesus penting bagi keselamatan orang percaya. Namun demikian pusat karya penyelamatan adalah pada Kematian dan Kebangkitan Yesus. Kenaikan Yesus adalah bagian wajar dari Kemenangan Yesus dan yang berpuncak pada penyempurnaan keselamatan dan penghakiman final pada Kedatangan-Nya yang kedua kelak.
3. Kenaikan Yesus penting bagi diri Yesus sendiri. Ini menyatakan bahwa Ia yang datang dari surga kembali ke kemuliaan kekal-Nya. Ini berarti Allah menerima karya penyelamatan oleh-Nya dan memuliakan Ia dalam kemuliaan kekal. Duduk di sebelah kanan Allah berarti mendapatkan posisi terhormat, berdaulat sebagaimana dikatakan-Nya d Matius — “segala kuasa di langit dan di bumi telah diberikan Allah Bapa kepada-Nya.”
3. Kenaikan Yesus masih sinambung dengan Kematian dan Kebangkitan-Nya. Kini dalam kemuliaan Ia menjadi pembela orang-orang yang diselamatkan menjadi milik-Nya. Ketika Stefanus menjelang dirajam karena bersaksi bagi Yesus Kristus, ia diberi anugerah melihat surga terbuka dan Yesus berdiri (lambing posisi pembela dalam pengadilan) di sebelah kanan Allah. Di bumi orang percaya mengalami ejekan, hinaan, tekanan, penderitaan, di surga Ia membela kita. Roma dan Ibrani lebih lanjut menegaskan bahwa Ia bersyafaat bagi orang percaya, supaya kita boleh seperti para pahlawan iman dan teladan diri-Nya sendiri — mulai, melanjutkan dan mengakhiri / mencapai garis finish dalam iman yang setia.
4. Kenaikan Yesus salah satu bukti penting kebenaran doktrin Tritunggal, Sesudah Ia menyelesaikan karya penyelamatan, Anak Tunggal Bapa yang telah berinkarnasi menjadi Manusia Sejati Yesus Kristus kembali ke sebelah kanan Bapa, sementara itu Ia terus hadir melalui Roh Kudus yang Bersama Bapa diutus untuk menjadi Penasihat, Penghibur, Pendamping, Pengarunia, Pemberdaya orang percaya / Gereja dari abad ke abad. Sebagaimana dalam Penciptaan ada Bapa, Firman dan Roh bekerjasama, sebagaimana dalam kilas kemuliaan Allah selalu terbahanakan Puji Sembah Tiga Kali: Suci-Suci-Suci, sebagaimana dalam Baptisan Yesus ada suara Bapa, ada yang diurapi, dan ada yang disebut sebagai Anak yang dikasihi yang kepada-Nya kita harus mendengar, maka Kenaikan pun menyatakan kebenaran yang sama — Tiga Pribadi yang Esa dalam Hakikat Ke-Allah-an, Esa dalam Kasih kekal, Sehati-Serasi dalam berbagai Tindakan dan Karya-Nya.
5. Kenaikan Yesus menjadi meterai pemastian kedatangan-Nya kedua kelak. Ketika para murid menatap ke langit ke Dia yang kembali ke kemuliaan, malaikat berkata “mengapa menatap ke langit? Yesus ini akan datang kembali dengan cara yang sama.” Untuk apa? 1) Untuk merampungkan proses penyelamatan umat tebusan-Nya, 2) untuk memperbarui seluruh kosmos yang telah menderita berkeluh kesah karena ulah Dosa / dosa-dosa manusia, dan 3) untuk menghakimi yang hidup dan yang mati serta memberi ganjaran setimpal final pada masing-masingnya.
6. Kenaikan Yesus mendorong kuat kita untuk merevisi wawasan kita tentang surga dan dunia, dan tentang masa depan segala sesuatu. Yesus yang bangkit dan yang Naik ke surga berarti: 1) surga dan bumi kini terhubung oleh Dia yang pernah di bumi dan kini di surga, dan Ia yang kembali ke surga tidak meninggalkan kita piatu sebab Ia mengutus Penghibur yang lain namun yang sama dengan Dia yaitu Roh. Maka dalam Yesus oleh Roh, surga teralami di bumi seperti dalam Doa yang Ia ajarkan “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” dan sementara di bumi ini kita boleh turut duduk bersama Dia di sebellah kanan Allah. 2) di samping itu Ia dengan Tubuh Kebangkitan dan masih sebagai Manusia Sejati yang Menang membuat kita memiliki pengharapan tentang masa depan diri kita, masa depan dunia ini, masa depan hidup sesudah periode kenyataan hidup sesudah kematian yang bukan sekadar sebagai roh atau arwah halus dan keberadaan etereal di awang-awang. Melainkan kita memiliki Pengharapan baik untuk hidup jasmani-rohani, dunia, di masa depan yang sama riilnya, sama mencakup zat, badan, bumi nyata meski secara misterius hanya dapat kita bayangkan dan bukan mengetahui jelas bagaimana persisnya. Ini merupakan Pengharapan penting yang menyebabkan para pemercaya yang mengalami martir dalam siksa ngeri menanggung semua itu sebagai pemenang, sebab mereka bukan memercayai evolusi, atau reinkarnasi, atau penyatuan dengan alam seperti paham panteisme. Melainkan karena mereka percaya akan masa depan baru riil yang akan mereka alami dalam tubuh kebangkitan sama seperti Tubuh Kebangkitan Yesus dan masuk dalam Yerusalem Baru yaitu Surga yang mewujud-menyatu-padu dengan Bumi yang diperbarui. Langit dan Bumi Baru!
Semua arti dan makna Kenaikan ini sangat penting dan menentukan untuk bagaimana kita menghidupi kehidupan di dunia ini, Bahkan juga sangat berdampak nyata bagi penderitaan di bawah pandemic covid-19 yang kini sedang menerpa bumi. Ia yang Naik akan Datang lagi untuk membereskan semua sengsara manusia, dunia dan kejahatan dalam realitas alam ciptaan-Nya.

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan/persembahan kasih Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment