Posted on: 22 Januari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Kisah Hidup Paulus (2)

“Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik, tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku. Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu. Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan. Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku. Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa, yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain.” — Kisah Para Rasul 26:12-23
Dari perikop ini kita dapat menimba beberapa pelajaran berikut:
1. Tidak ada kesan bahwa Paulus marah, benci, dendam, pahit atau berbagai perasaan dan pikiran destruktif lainnya. Sebaliknya kita bias mengandaikan bahwa ada semacam semangat dan kesukaan dan kebersyukuran untuk dia mengisahkan (ini untuk ke sekian kalinya di hadapan banyak orang — baik orang kecil maupun orang besar) kisah riil mengapa dari seorang Farisi paling fanatik ia berubah menjadi pengikut dan pemberita Jalan di dalam Yesus Kristus. Ia sudah berjumpa dengan Yesus yang mati dan bangkit itu dalam pengalaman nyata secara jasmani-dan-rohani. Ia pernah melihat cahaya kemuliaan-Nya. Ia mendengar suara-Nya dan diberitahu bahwa Ia yang dibencinya itu sesungguhnya adalah Tuhan yang mengasihinya. Ia disadarkan bahwa arah kehidupannya sedang melawan galah penunjuk arah yang sebenar-benarnya menuju yang ia maksudkan yaitu Allah, tetapi ia salah karena tafsirnya tentang yang diurapi, Mesias terlalu diwarnai oleh harapan dari era yang menginginkan kemerdekaan politis. Ia pernah dan seterusnya tunduk kepada Yesus Kristus itu, dan tidak pernah tidak setia kepada Dia dan panggilan-Nya.
2. Paulus menegaskan bahwa justru dengan memberitakan Jalan Hidup Yesus Kristus sesungguhnya ia sedang menegaskan ajaran dan kebenaran Taurat yaitu percaya, bertobat, hidup dalam pertobatan dan menyebarluaskan keluasan kasih Allah yang berlaku bukan saja untuk orang yahudi tetapi juga untuk semua bangsa lain.
3. Paulus menegaskan bahwa semangatnya memberitakan Injil Yesus Kristus disebabkan oleh pertolongan Allah semata.
Firman–Pengalaman nyata–respons sepadan dan setia, — menghasilkan pengertian makin jernih pengenalan makin akrab dan pengabdian makin penuh kasih dengan jangkauan meluas seluas hati Allah.
Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment