Posted on: 4 Februari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Khotbah Paulus kepada Pemuka Yahudi di Roma

Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata: “Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahanpun padaku yang setimpal dengan hukuman mati. Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. Itulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.” Akan tetapi mereka berkata kepadanya: “Kami tidak menerima surat-surat dari Yudea tentang engkau dan juga tidak seorangpun dari saudara-saudara kita datang memberitakan apa-apa yang jahat mengenai engkau. Tetapi kami ingin mendengar dari engkau, bagaimana pikiranmu, sebab tentang mazhab ini kami tahu, bahwa di mana-manapun ia mendapat perlawanan.” Lalu mereka menentukan suatu hari untuk Paulus. Pada hari yang ditentukan itu datanglah mereka dalam jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan dan memberi kesaksian kepada mereka tentang Kerajaan Allah; dan berdasarkan hukum Musa dan kitab para nabi ia berusaha meyakinkan mereka tentang Yesus. Hal itu berlangsung dari pagi sampai sore. Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya. Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: “Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya: Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Sebab itu kamu harus tahu, bahwa keselamatan yang dari pada Allah ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya.” (Dan setelah Paulus berkata demikian, pergilah orang-orang Yahudi itu dengan banyak perbedaan paham antara mereka.)  — Kisah Para Rasul 28:17-29
Atas prakarsa Paulus diadakanlah pertemuan dengan para pemuka Yahudi di Roma.
1. Paulus memiliki tujuan ganda: 1) menegaskan kepada para pemuka Yahudi itu bahwa ia ditangkap di Yerusalem bukan karena pelanggaran moral atau agama, dan 2) menjelaskan apa sesungguhnya yang ia percayai yaitu kebenaran tentang Mesias yang justru adalah pengharapan iman Yahudi. Maka tegas Paulus, ia sama sekali tidak bermaksud mempengadilankan bangsanya ke mahkamah tinggi Roma.
2. Para pemuka itu menyatakan bahwa mereka tidak mendapatkan sirat tentang kasus Paulus dari Yerusalem. Entah mengapa alasan persisnya. Mungkin mahkamah agama di Yerusalem menganggap sesudah di empat pengadilan sebelumnya — Lisias, Feliks, Festus dan Agripa — semua menyadari bahwa harusnya Paulus sudah dibebaskan, maka pengadilan Roma pun akan menyimpulkan sama.
3. Seharian Paulus menjelaskan mengenai Kerajaan Allah, berdasarkan hukum Musa dan nubuatan para nabi, sesungguhnya digenapi oleh Yesus Mesias.
4. Dapat diandaikan bahwa belasan jam itu bukan saja terjadi monolog tetapi dialog yang luas, dalam dan sengit. Sampai di akhir sebagaimana yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya, dialami juga oleh Yesus dan para rasul, kini kembali terhadap paparan Paulus itu ada yang menerima dan percaya tetapi ada juga yang menolak percaya.
5. Karena itu Paulus menutup pertemuan itu dengan peringatan keras dari nubuat Yesaya tentang pengerasan hati, penumpulan nalar, pelumpuhan kehendak yang terjadi pada orang yang terus menerus mengabaikan anugerah keselamatan dari Allah.
Injil yang diberitakan dengan setia dan berani selalu membagi pendengarnya menjadi yang percaya dan diubahkan dari yang menolak percaya dan makin dikeraskan.
Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377
Categories:

Leave a Comment