Posted on: 18 Januari 2020 Posted by: admin Comments: 0

Hidup-Mati demi Tuhan

Tiga hari sesudah tiba di propinsi itu berangkatlah Festus dari Kaisarea ke Yerusalem. Di situ imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi yang terkemuka datang menghadap dia dan menyampaikan dakwaan terhadap Paulus. Kepadanya mereka meminta suatu anugerah, yang merugikan Paulus, yaitu untuk menyuruh Paulus datang ke Yerusalem. Sebab mereka sedang membuat rencana untuk membunuh dia di tengah jalan. Tetapi Festus menjawab, bahwa Paulus tetap ditahan di Kaisarea dan bahwa ia sendiri bermaksud untuk segera kembali ke sana. Katanya: “Karena itu baiklah orang-orang yang berwewenang di antara kamu turut ke sana bersama-sama dengan aku dan mengajukan dakwaan terhadap dia, jika ada kesalahannya.” Festus tinggal tidak lebih dari pada delapan atau sepuluh hari di Yerusalem. Sesudah itu ia pulang ke Kaisarea. Pada keesokan harinya ia mengadakan sidang pengadilan, dan menyuruh menghadapkan Paulus. Sesudah Paulus tiba di situ, semua orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri mengelilinginya dan mereka mengemukakan banyak tuduhan berat terhadap dia yang tidak dapat mereka buktikan. Sebaliknya Paulus membela diri, katanya: “Aku sedikitpun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Allah atau terhadap Kaisar.” Tetapi Festus yang hendak mengambil hati orang Yahudi, menjawab Paulus, katanya: “Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini?” Tetapi kata Paulus: “Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi. Seperti engkau sendiri tahu benar-benar, sedikitpun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi. Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!” Setelah berunding dengan anggota-anggota pengadilan, Festus menjawab: “Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar.” — Kisah Para Rasul 25:1-12

Niat dan mufakat jahat tidak pupus dengan berlalunya waktu. Kendati penguasa Romawi sudah berganti dari Feliks ke Festus, dan cukup lama waktu telah berlalu para pembenci Injil yang diberitakan oleh Paulus kini malah melihat kesempatan baru untuk membunuh Paulus. Mereka minta Festus mengirim Paulus ke Yerusalem untuk diadili kembali di siding mahkamah agama. Tetapi Festus menolak, entah karena ingin menegaskan kewenangannya sebagai penguasa Romawi atas Yudea atau karena Paulus warga Romawi. Di pengadilan Festus di Kaisarea kembali berbagai tuduhan berat yang tidak berbukti dilontarkan dan semua ditangkis telak oleh Paulus. Ia tidak bersalah baik terhadap Taurat dan Bait maupun terhadap penguasa Romawi. Festus yang tadinya telah berfungsi menjadi “tangan Allah” menyelamatkan Paulus dari siasat jahat orang Yahudi, kini karena ingin mengambil hati orang Yahudi menanyakan kesediaan Paulus untuk diadili di Yerusalem.
Kini Paulus dengan tegas menolak bahkan dengan nada tegas menekankan bahwa Festus tidak berhak menyerahkan dia kepada para penuntutnya, Paulus naik banding ke Kaisar. Ia tentu tahu bahwa banding ke Kaisar bukan menjanjikan keamanan sebab Nero adalah kaisar yang terkenal kejam dan gila. Tetapi naik banding Paulus ini jelas bukan semata karena ingin menghindari kemungkinan pembantaian oleh orang Yahudi, melainkan karena ada janji dan perintah Tuhan bahwa ia harus ke Roma dan ini juga merupakan hasrat kuatnya untuk memberitakan Injil di sana, jika bukan sebagai pemberita bebas bahkan sebagai tahanan sekali pun.

Tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. — Roma 14:7-8.

 

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377
Categories:

Leave a Comment