Posted on: 28 Mei 2020 Posted by: admin Comments: 0

Firman — Asal, Sifat, Tujuan

Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel. — Keluaran 19:4-6

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” …”Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia… Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. — Yohanes 14:21, 23, 26

All Scripture is breathed out by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, and for training in righteousness, that the man of God may be complete, equipped for every good work. — 2 Timotius 3:16-17 (ESV)

Dari tiga nas yang bicara tentang firman Allah ini, kita dapat menarik prinsip spiritual-teologis penting tentang Alkitab sebagai firman Tuhan Allah:

1. Firman Tuhan, isi Alkitab datang dari Tuhan Allah, adalah pemberian Tuhan Allah yang sangat vital dan mulia untuk umat-Nya.

2. Dalam konteks Keluaran, firman-firman Tuhan Allah adalah bagian integral dari Perjanjian Tuhan dengan dan untuk umat-Nya. Dimaksudkan agar umat mengenal isi hati Allah, rencana dan kehendak dan tindakan konkrit yang ingin Ia berlakukan dan wujudkan dalam umat-Nya — yaitu: menjadi harta kesayangan, milik-Nya sendiri, imamat berkerajaan, umat yang kudus.

3. Dalam konteks surat Paulus untuk Timotius, firman-firman Tuhan Allah yang mencakup terutama kitab-kitab Musa, hikmat, mazmur dan para nabi, juga mencakup firman-firman Perjanjian Baru yang masa itu sedang dalam karya Roh diproseskan dalam karya tulis para rasul — dimaksudkan untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik dalam kebenaran.

4. Yang dalam teologi disebut sebagai penyataan dan pengilhaman Alkitab — dalam Timotius disebut sebagai dihembus dari nafas Allah — adalah penegasan penting tentang: 1) asal usul Alkitab adalah dari Tuhan Allah yang menyatakan diri, mengilhamkan firman kepada para penulis bagian-bagian Alkitab, dengan melibatkan berbagai kapasitas manusiawi mereka, gumulan pribadi / bangsa / umat / gereja zamannya, serta mengambil bentuk ragam sastra seperti catatan atau periwayatan peristiwa sejarah kudus Tuhan dalam umat, pengajaran, hikmat, syair / mazmur, nubuatan / penyingkapan tentang Mesias dan perjalanan sejarah dunia sampai ke akhir. 2) daya atau kekuatan dan kekuasaan yang terdapat di dalam firman-firman Allah sebagaimana nafas Allah membuat Adam menjadi manusia yang hidup, apabila dipegang, disimpan, dihafal, diingat-ingat, dilakukan. Dalam ujaran Tuhan Yesus, firman-firman-Nya bertujuan untuk menumbuh-intimkan pengenalan dan hubungan nyata orang percaya dengan diri-Nya dan dengan Allah Bapa melalui bantuan pengajaran Roh Kudus.

5. Dalam penyataan dan pengilhaman Alkitab terlibat kerjasama serasi Bapa, Anak, dan Roh. Bapa sumber firman, mengenai sang Firman yang mengejawantahkan isi hati Allah untuk manusia, Roh yang bekerja dalam proses pengilhaman dan pencerahan selanjutnya dalam hati, pengertian, perasaan, imajinasi, kemauan, tindakan para pemercaya.

6. Musa dapat disebut sebagai wakil dari Taurat / Perjanjian Lama sendirinya harus taat kepada firman Perjanjian Allah; Yesus Kristus yang dalam segala hal melebihi kepentingan, peran dan posisi Musa, sendirinya menundukkan diri kepada firman-firman Bapa secara sempurna sebagaimana terlihat salah satunya dalam kisah Pencobaan, maka adalah keharusan untuk semua orang percaya memiliki pergaulan akrab dengan Allah melalui disiplin membaca-merenung-mengingat-ingat,memberlakukan Alkitab secara semakin menyeluruh dan utuh. Pengalaman rohani dan pemberdayaan rohani apa pun tidak dapat lepas dari pengenalan yang benar akan isi Alkitab.

7. Untuk menjadi perenungan kita jelang Pentakosta: hubungan firman / Alkitab dan penerimaan / pemberdayaan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan/persembahan kasih Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment