Posted on: 16 September 2020 Posted by: admin Comments: 0

Daniel 12:1-4

Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.

Kita kini memasuki pasal terakhir kitab Daniel, pasal yang tepat dijuluki sebagai “happy ending” karena penguatan dan prospek yang mulia bagi umat Tuhan namun tetap dengan pesan serius agar waspada dalam kancah dunia yang jahat dan berbahaya serta suoaya umat setia kepada Tuhan.

Kejahatan dan kekejian raja yang berbuat sekehendak hatinya itu tidak akan menjadi kata akhir baik bagi sejarah umat Tuhan maupun bagi sejarah dunia ini. Dengan cara yang mendadak dan kemungkinan secara ajaib raja keji itu akan disingkirkan secara tiba-tiba dari panggung sejarah. Segera sesudah itu Mikhael akan datang untuk membela umat Tuhan, Israel. Sebelum ini kita telah diberitahu bahwa Mikhael adalah malaikat yang datang menolong Gabriel untuk lepas dari hadangan penguasa alam tidak kasat mata atas Persia sehingga Gabriel dapat meneruskan tugasnya memberi berbagai penjelasan kepada Daniel. Kini Mikhael disebut sebagai pemimpin besar Israel, artinya ia sebagai penghulu malaikat (archangel) yang terutama ditugaskan Tuhan Allah untuk “mendampingi anak-anak bangsamu” (terjemahan ISH: pelindung bangsamu; ESV: who has charge of your people; CEV: the protector of your people; MKJV: who stands for the sons of your people), menegaskan fakta yang disingkapkan oleh wahyu Allah bahwa ada konflik semesta di balik konflik-konflik besar bahkan sesudah kematian si raja keji itu. Dan itu akan menjadi latarbelakang dari “akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu.” Tetapi bagaimana detail dan siapa yang menjadi penyebabnya serta berbagai pertanyaan lain seputar antikristus yang sering ditanyakan orang masa kini, tidak diberikan oleh Gabriel. Hanya satu pesan penguatan, penghiburan dan janji yaitu “bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.” Pertanyaannya adalah kitab apakah yang dimaksud, dan siapakah bangsa yang terluput itu?

Sudah kita bahas sebelumnya bahwa dalam kitab Daniel ini ada lima kitab yang disebutkan: 1) kitab yang berkaitan dengan pengadilan akhir, yaitu catatan tentang kehidupan semua manusia (7:10), 2) kitab kumpulan jumlah tahun, yaitu catatan menyangkut sejarah dunia (9:2), 3) kitab Taurat Musa, yaitu wahyu yang Tuhan Allah berikan melalui Musa tentang perbuatan dan kehendak-Nya bagi umat-Nya (9:13) dan kumpulan Kitab (9:3) — yaitu kitab-kitab para nabi dan lainnya yang di masa Daniel mungkin adalah sebagian dari Perjanjian Lama yang kita kenal sekarang, 4) Kitab Kebenaran yang mungkin identik dengan Kitab yang dimeteraikan sampai akhir zaman yaitu menyangkut apa yang akan Tuhan Allah buat untuk mengakhiri sejarah dunia dan memulai sejarah bumi baru langit baru (10:21, bdk. 12:4), dan terakhir 5) Kitab kehidupan yaitu catatan semua yang nama-nama yang akan mengalami keluputan / keselamatan kekal (12:1).

Intinya nama-nama mereka yang tercatat dalam kitab kehidupan itu akan terluput. Terluput dari apa? Dari kesesakan besar itukah? Karena tercatat lalu mereka terluput, atau karena ada kesetiaan itu membuktikan bahwa mereka memang tercatat? Mengingat dalam catatan sebelum ini selalu ditegaskan bahwa umat Tuhan sendiri pun tidak akan terluput dari penindasan dan kesengsaraan yang ditimbulkan oleh para lawan Allah, maka kemungkinan besar ini bukan janji bahwa umat Tuhan akan luput dari kesesakan besar itu. Melihat catatan berikutnya tentang prospek mulia bagi orang-orang yang setia kepada Tuhan, maka ini adalah janji bahwa umat yang setia akan diluputkan dari akibat merusak yang diakibatkan oleh kesesakan besar si antikris yaitu kejatuhan dari iman sampai mengalami kebinasaan. Mereka yang setia, yang disebut sebagai para bijak – maskilim – merekalah yang akan luput. Mereka ini disebut sebagai orang bijak yang dalam prospek kekal akan bercahaya bagaikan cahaya cakrawala dan dampak kehidupannya bagaikan bintang-bintang yang menuntun banyak orang di jalan kebenaran.

Dalam seluruh Perjanjian Lama tidak ada nas yang seterang dan sejelas ayat tentang kebangkitan, prospek hidup kekal atau binasa kekal seperti dalam catatan Daniel ini. Akan ada banyak dari mereka yang tertidur “orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.” Orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah jelas merupakan ungkapan halus bagi orang yang sudah mati dan dikubur. Semua orang mati akan dibangkitkan, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian lagi untuk mengalami kehinaan dan kengerian kekal. Janji dan peringatan tentang kebangkitan tubuh dan prospek kekal ini dalam wahyu berikut di Perjanjian Baru menjadi sangat jelas. Maka jelas digabung dengan wahyu Perjanjian Baru, umat Tuhan yang sungguh setia kepada Tuhan Allah, Israel darah-daging dan Israel karena darah-daging Yesus yaitu Israel Baru, Gereja yang kudus dan am, adalah yang akan dibangkitkan (dan yang masih hidup akan diubahkan) ke dalam kehidupan kekal yang mulia dan bahagia. Sedangkan semua manusia lainnya yang Israel atau pun para bangsa lain yang menolak karya peluputan Allah dalam Yesus Kristus, akan dihakimi dan menerima akibat kekal setimpal perbuatan hidup mereka.

Lalu perintah Tuhan kepada Daniel mengejutkan kita. Sesudah menerima begitu banyak penglihatan disertai penjelasan arti dan maknanya namun yang sebagian disengaja tidak jelas, ia diberi peringatan berikut: “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” Dengan pengalimatan lain kira-kira pesan malaikat untuk Daniel adalah: “Daniel, engkau sudah mendapatkan penglihatan dengan banyak penyingkapan artinya tentang yang sudah-sedang-akan terjadi dalam sejarah umat manusia. Tetapi engkau tahu bahwa sebagian dari penjelasan yang kuberikan itu tidak dijelaskan secara rinci kepadamu. Itu memang bukan untuk kamu pikirkan, selidiki, dalami lebih jauh dan lebih rinci lagi. Itu adalah rahasia Allah dan tanggungjawabmu adalah menyimpan, menghargai dan memeteraikannya (tutup dan tidak untuk dibuka sampai pada waktunya saat Dia yang mampu dan yang layak membuka semua itu – Wahyu 5:4-10).

Memang banyak orang akan menyelidikinya dan pengetahuan akan bertambah-tambah. Tetapi kalimat ini sesungguhnya adalah sebuah peringatan. Sebab jika sudah ketetapan Tuhan Allah untuk memeteraikan kitab rahasia tahap akhir sejarah manusia itu, dan orang masih juga berupaya menyelidiki, menggali, membedah, dlsb. apakah gunanya pengetahuan itu? Bukankah Hawa-Adam jatuh justru karena memakan buah pengetahuan? Bukankah debat-kusir di kitab Ayub tidak membuat mereka menjadi lebih saleh dan mengasihi Tuhan serta orang yang sedang menderita? Maka yang lebih tepat dan serasi kehendak Tuhan adalah tidak terobsesi dengan peramalan isu-isu akhir zaman melainkan hidup saja dalam iman-harap-kasih yang menjunjung tinggi kedaulatan Tuhan Allah dan mensyukuri janji-janji keterlibatan nyata-Nya dalam keseharian kita.

Pelajaran untuk masa kini:

1) Kita perlu mengubah paradigma dan harapan kita tentang penderitaan karena konsekuensi iman atau karena terdampak kejahatan. Alkitab tidak menjanjikan kita penyertaan Tuhan dan keluputan total dari hal tersebut. Alkitab menjanjikan penyertaan Tuhan yang menguatkan dan memampukan kita berkemenangan di dalam dan melalui penderitaan. Kuat kuasa Allah paling besar dinyatakan bukan dengan menghindari salib tetapi dengan menyambut salib yang dengan cara itu maut dibunuh sampai ke dedengkotnya oleh kematian Yesus.

2) Di akhir zaman nanti akan ada kebangkitan dengan prospek ganda. Iman-harap-kasih dan perbuatan nyata kita masa kini akan berkorelasi langsung dengan destini kekal kita kelak. Mari kita takut dan mengasihi Tuhan Allah, sehingga kita boleh hidup sebagai maskilim – orang bijak – yang berdampak terang dan garam bagi dunia ini.

3) Ajaran tentang kebangkitan ini lebih jelas dalam Perjanjian Baru adalah kebangkitan tubuh-jiwa kita seutuhnya. Kita tidak boleh menerima falsafah hidup yang memisah tubuh dari jiwa/roh dan merendahkan tubuh sambil meninggikan roh. Itu adalah falsafah barat Yunani, timur India, Tiongkok, dll. yang tidak alkitabiah dan berdampak destruktif bagi keimanan kita. Semua kejasmanian kita adalah juga kerohanian, semua kerohanian tidak ada yang tidak melibatkan kejasmanian. Penciptaan, Inkarnasi Yesus, kebangkitan Yesus adalah dasar bagi ajaran kebermaknaan tubuh dan karenanya pengharapan akan kebangkitan tubuh kelak.

Dukung pelayanan literasi Yayasan Simpul Berkat | E-mail: simpulberkat@gmail.com |
Bank BCA – No. Rekening: 0953882377 – a.n. Philip H. S

Categories:

Leave a Comment