Posted on: 16 September 2020 Posted by: admin Comments: 0

Daniel 11:31-35:

Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. Dan orang-orang bijaksana di antara umat itu akan membuat banyak orang mengerti, tetapi untuk beberapa waktu lamanya mereka akan jatuh oleh karena pedang dan api, oleh karena ditawan dan dirampas. Sementara jatuh, mereka akan mendapat pertolongan sedikit, dan banyak orang akan menggabungkan diri kepada mereka secara berpura-pura. Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.

Bagian ini merupakan penglihatan Daniel tentang akhir dari sepak terjang Antiokhus Epifanes. Tetapi di tahap akhir sepak terjangnya ini justru ia memperlihatkan kejahatan, kenajisan, kekejaman luar biasa. Bagian ini menelanjangi lebih detail berbagai kekejian yang ia lakukan yang telah dipaparkan sebelumnya – sedikit di 7:25, di pasal 8:9-12, 23-25, dan 9:26, yaitu terutama kekejian Antiokhus Epifanes terhadap umat Tuhan.

· Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan: – Orang Yahudi menjadi kambing hitamnya dan ia memulai penganiayaan yang buas (dicatat dalam 1 dan 2 Makabeus), dengan menggunakan simpatisan di dalam Israel. Ia melarang ibadah dan persembahan. Mendirikan patung Baal-shamen – versi Siria untuk dewa Zeus Yupiter dari meteor di dalam Bait dan mengorbankan babi di mezbah pada 25 Desember 168 SM (tentang ‘pembinasaan keji’ ini disebutkan dalam Matius 24:15).

· Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak (ay. 32) – Sebagian umat Perjanjian dibuat murtad baik karena tekanan aniaya maupun oleh tipuannya. Mereka adalah dari kelompok pro Helenistik, di bawah pengaruh Melenaus. Tetapi di pihak yang setia kepada Perjanjian timbul revolusi dari keluarga imamat Matathias dari Makabeus (‘pemalu’). Di bawah kepemimpinan Yudas Makabeus, terjadi banyak perbuatan kepahlawanan (disebutkan dalam Ibrani 11). Israel dimerdekakan dan Bait didedikasikan ulang pada 25 Desember 165 SM.

· Dan orang-orang bijaksana di antara umat itu akan membuat banyak orang mengerti, tetapi untuk beberapa waktu lamanya mereka akan jatuh oleh karena pedang dan api, oleh karena ditawan dan dirampas (ay. 33): – Terjadi surprise besar di antara umat Perjanjian, yaitu bangkit kalangan yang setia kepada Tuhan Allah, yang mencari dan menerima kebenaran Allah dan mengalami pemurnian dalam pemahaman dan praktik ibadah serta kehidupan mereka. Meski itu harus dibayar dengan menerima tindasan aniaya yang dahsyat dari pihak Antiokhus Epifanes.

· Sementara jatuh, mereka akan mendapat pertolongan sedikit, dan banyak orang akan menggabungkan diri kepada mereka secara berpura-pura (ay. 34): – Perlawanan Matathias / Makabeus yang kekuatannya kecil dan pasukannya sedikit mendapatkan cukup banyak dukungan umat dan sanggup mengalami beberapa keberhasilan, namun demikian dari pihak yang murtad yang melihat kemajuan Matathias itu lalu menyusup dengan berpura-pura kembali menjadi setia. Motif mereka tidak murni melainkan untuk mencari nama dan pengaruh.

· Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan (ay. 35): – Sebagian dari para umat yang mempertahankan kemurnian keumatan mereka akan jatuh. Jatuh ini terutama adalah mengalami berbagai aniaya; meski bisa jadi juga jatuh dalam arti tidak bertahan dalam iman setia mereka. Sehingga penganiayaan dari pihak si jahat menjadi alat pemurnian Tuhan untuk umat-Nya. ESV menerjemahkan sbb.: “so that they may be refined, purified.” (Bdk. Terjemahan lain yang senada, antaranya: WEB, MKJV, LITV). Menarik bahwa kitab Wahyu bicara tentang orang-orang yang telah disucikan dengan darah domba Allah dan yang menggunakan jubah putih (3:4-5, 18, 6:11, 7:9, 7:13-14, 19:8, 14).

· Perhatikan bahwa di Daniel bagian ini kembali beberapa kali dibicarakan tentang akhir zaman dan “waktu yang telah ditetapkan” Tuhan, lalu mulai ayat 36 dan seterusnya kita melihat penyingkapan hal yang tidak sepenuhnya identik dengan Antiokhus Epifanes dan belum digenapi sampai sekarang, dan sangat mungkin ini menunjuk kepada antikristus di akhir zaman nanti.

Pelajaran untuk masa kini:

1) Selama zaman belum benar-benar berakhir, selama Tuhan Allah masih bersabar agar bilangan orang yang diselamatkan digenapi, selama itu juga iblis dan para pengikutnya baik yang di alam extra-terestrial maupun yang di bumi ini akan menjadi anasir-anasir yang mengancam kehidupan orang beriman – jasmani maupun rohani. Maka tugas kita adalah berfokus dan melekat benar pada sumber kekuatan, kesalehan, perlindungan, penghiburan yaitu Tuhan Allah sendiri.

2) Selain surat Efesus surat Yakobus juga memberi kita kiat tentang bagaimana menang atas kejahatan. Salibkan kedagingan! Jauhi pencobaan! Lawan si iblis! Lawan dengan segenap perlengkapan senjata Allah. Lawan dengan kemenangan yang telah Yesus Kristus peroleh.

3) Orang percaya menghadapi kesukaran dalam dunia ini secara paradoksal. Di satu sisi kita diingatkan bahwa dunia akan makin jahat, kesukaran yang harus ditanggung orang beriman akan bertambah. Di sisi lain kita berharap dan berdoa agar Tuhan dalam kuasa, kasih dan bijak-Nya boleh memampukan kita untuk berkemenangan. Baik kesukaran itu disingkirkan atau tidak Tuhan berdaulat dan berjanji untuk setia menyertai kita menjadi pemenang di dalam Yesus Kristus sang Viktor.

Dukung pelayanan literasi Yayasan Simpul Berkat | E-mail: simpulberkat@gmail.com |
Bank BCA – No. Rekening: 0953882377 – a.n. Philip H. S

Categories:

Leave a Comment