Posted on: 16 September 2020 Posted by: admin Comments: 0

Daniel 11:1-4

… seperti dahulu aku juga mendampinginya untuk menguatkan dan menyokongnya, yakni pada tahun pertama pemerintahan Darius, orang Media itu.” “Oleh sebab itu, aku akan memberitahukan kepadamu hal yang benar. Sesungguhnya, tiga raja lagi akan muncul di negeri Persia, dan yang keempat akan mendapat kekayaan yang lebih besar dari mereka semua, dan apabila ia telah menjadi kuat karena kekayaannya, ia akan berusaha sekuat-kuatnya untuk melawan kerajaan Yunani. Kemudian akan muncul seorang raja yang gagah perkasa, yang akan memerintah dengan kekuasaan yang besar dan akan berbuat sekehendaknya. Tetapi baru saja ia muncul, maka kerajaannya akan pecah dan terbagi-bagi menurut keempat mata angin dari langit, jatuh bukan kepada keturunannya, dan tanpa kekuasaan seperti yang dipunyainya; sebab kerajaannya akan runtuh dan menjadi milik orang-orang yang lain dari pada orang-orang ini.

Daniel pasal 11 – 12 bisa dibagi ke dalam dua bagian besar yaitu pasal 11 dan pasal 12. Pasal 11 sendiri secara garis besar terdiri dari dua bagian yaitu ayat 1 – 35 catatan tentang sejarah dari peristiwa-peristiwa dekat, sedang dan jauh dari waktu Daniel melihat, dan ayat 36 – 45 adalah penglihatan yang membingungkan sebab untuk yang tidak percaya bahwa Daniel adalah tokoh sejarah era Babilonia – Media-Persia melainkan tokoh yang hidup di era kerajaan Romawi, itu adalah penglihatan yang tidak sesuai peristiwa yang ada; sedangkan untuk yang percaya bahwa Daniel memang mendapatkan visi masa depan dari Tuhan Allah, maka itu adalah penglihatan tentang akhir zaman yang belum terjadi. Bagian pertama dari pasal 11:1-35 dapat dibagi lagi menjadi tiga yaitu 1) era Media-Persia sampai Alexander Agung (ayat 1 – 4), 2) era konflik berlanjut menang-kalah dinasti Seleucid (utara — Siria) dan Ptolemius (selatan – Mesir, ayat 5 – 20), dan 3) era Antiokhus Epifanes (ayat 21 – 35). Sedangkan pasal 12 terdiri dari dua bagian yaitu 1) Prospek kekal manusia – mulia atau hina (12:1-4), dan 2) perintah untuk “pergilah sampai tiba akhir zaman (ayat 5 – 13).

Di awal pasal 10 Daniel memberitahu kita bahwa ia mendapatkan penglihatan di tahun ketiga pemerintahan Darius, sesudah dinasti Nebukadnezar tumbang dan berganti ke awal era Media-Persia. Maka penglihatan-penglihatan di pasal 10 – 12 sebagian besarnya adalah penglihatan yang diulang dari yang telah ia dapat dan catat di pasal 7 – empat binatang buas, pasal 8 pertempuran antara domba dan kambing, dan pasal 10 penegasan bahwa semua yang ia lihat itu benar dan akan terjadi. Kini di pasal 11:1-35 Daniel mendapatkan penglihatan lebih rinci tentang semua yang sudah ia lihat sebelumnya itu, yaitu tentang Persia, Makedonia / Yunani dan di akhir pasal 11 tentang antikristus, lalu pasal 12 tentang yang dilihatnya sebagai takhta-takhta Yang Lanjut Usia dan Yang Seperti Anak Manusia serta tentang kemuliaan kekal atau kehinaan kekal para manusia yang pernah hidup sampai ke akhir sejarah. Maka secara keseluruhan semua penglihatan apokaliptik yang dicatat dalam kitab Daniel ini mencakup peristiwa-peristiwa dari era raja-raja Israel-Yehuda (isi doa Daniel di pasal 9), era dinasti Nebukadnezar (1-6) dan era Media yang didominasi Persia (beruang rakus pasal 7, domba pasal 8) yang merupakan konteks langsung Daniel sendiri, serta era-era yang masih belum terjadi – Makedonia / Yunani (macan tutul bertanduk empat di pasal 7, kambing menanduk domba di pasal 8), dan kekejian Antiokhus Epifanes yang dipaparkan di bagian jelang akhir dari beberapa penglihatan tersebut – semua ini disingkapkan Tuhan Allah kepada Daniel. Menggunakan acuan yang dipakai oleh beberapa penafsir namun saya perluas, ini adalah semacam penglihatan Janus. Janus adalah dewa dalam mithos Yunani yang kepalanya berwajah ganda – depan dan belakang – sehingga dapat melihat baik ke belakang maupun ke depan. Janus ini dipakai menjadi nama bulan peralihan tahun lama ke tahun baru, yaitu Januari. Oleh para penafsir paralelisme Janus dipakai untuk menjelaskan beberapa bagian dalam Ayub, Mazmur dan Daniel juga, untuk kata / kalimat yang arti paralelnya ada di kalimat sebelum dan sesudahnya. Dengan meluaskan paralelisme Janus ini, kita melihat bahwa Daniel diberi penglihatan teleskopik oleh Tuhan Allah baik ke peristiwa-peristiwa masa lalu maupun ke berbagai peristiwa yang belum terjadi di depan.

Membaca awal pasal 11 ini kita dibuat bertanya-tanya, mengapa raja-raja Media – Persia hanya disebutkan tiga raja? Sebab menurut catatan sejarah ada banyak sekali para raja dinasti Akhaemenid yang eranya mencakup dari 559 – 334 / 327 SK. Yaitu, 1) Koresh Agung (559 – 530 SK), 2) Cambyses II (530 – 522 SK), 3) Bardiya (522 SK). 4) Darius I (522 – 486 SK), 5) Koresh I (485 – 465 SK), 6) Arthasasta I (Ahasyweros Ester? – 465 – 424 SK), 7) Ahasyweros II (424 SK), 8) Darius II (424 – 404 SK), 9) Arthasasta II (404 – 358 SK), 10) Arthasasta III (358 – 338 SK), 11) Arthasasta IC (338 – 336 SK), 12) Darius III (336 – 330 SK), 13) Arthasasta V (330 – 329 SK). (Sumber wikipedia).

Alasan mengapa dari 13 raja hanya disebut 3 dan jemudian memaparkan tentang yang keempat sebagai yang kaya dan kuat, adalah 1) ini kebiasaan dalam Alkitab bahwa dari banyak tokoh para raja hanya disebutkan beberapa saja. Maka kemungkinan besar di sini hanya merujuk ke tiga raja yang dianggap penting yaitu Koresh Agung, Cambyses, dan Darius I, lalu yang keempat adalah Koresh I. Atau, 2) petunjuk antara lain dari Amsal, Amos bahwa ungkapan “tiga bahkan empat” bukan dimaksud untuk menghitung tetapi menegaskan jumlah yang bisa lebih dari tiga.

Lalu seperti yang dilihat dalam penglihatan kambing menanduk domba di pasal 8, tiba-tiba muncul Alexander Agung (berkuasa pada 336 – 323 SK), yang dipaparkan Daniel sebagai “raja yang gagah perkasa, yang akan memerintah dengan kekuasaan yang besar dan akan berbuat sekehendaknya.” Kendati kekuasaannya dan wilayahnya maju dan berkembang dengan sangat cepat, “tetapi baru saja ia muncul, maka kerajaannya akan pecah dan terbagi-bagi menurut keempat mata angin dari langit.” Sesudah melalui konflik internal para penguasa, kekuasaannya “jatuh bukan kepada keturunannya, dan tanpa kekuasaan seperti yang dipunyainya; sebab kerajaannya akan runtuh dan menjadi milik orang-orang yang lain dari pada orang-orang ini” yaitu kepada empat jenderalnya yaitu Cassander yang menguasai Mesopotamia; Lysimachus berkuasa atas Thrake dan Bythinia, Seleucus atas Siria dan wilayah timur; dan Ptolemius Soter atas Mesir. Di ayat-ayat selanjutnya pasal 12 ini, hanya dua dinasti Seleucid dan Ptolemius yang dipaparkan konflik-konflik jatuh-bangunnya, sebab kedua kerajaan ini menjepit tanah perjanjian di tengah antara utara (Seleucid) dan selatan (Ptolemius).

Pelajaran untuk masa kini:

1) Ada banyak raja dalam dinasti Akhaemenid (Persia) tetapi hanya tiga atau empat yang diperhitungkan dalam penglihatan Daniel dari Tuhan Allah. Kekuasaan, keagungan, pengaruh duniawi bagaimana pun besar dan dahsyatnya, hanya beberapa yang ada kepentingannya bagi riwayat umat Tuhan yang disebutkan. Kita perlu kesadaran yang membuat kita tidak mudah terpesona oleh segala sesuatu yang dipandang sukses, penting, agung, dlsb. oleh dunia ini.

2) Kita perlu tahu peristiwa-peristiwa sejarah sehingga kehidupan kita pribadi, keluarga dan komunitas gerejawi / bangsa tersambung dan menjejak bumi. Tetapi kita perlu meminta hikmat Tuhan agar sanggup melihat dalam perspektif Allah, dan menilai dinamika peristiwa-peristiwa dunia ini dalam penilaian Allah serta sanggup membedakan bagaimana Tuhan Allah bekerja dalam dinamika dunia ini.

Dukung pelayanan literasi Yayasan Simpul Berkat | E-mail: simpulberkat@gmail.com |
Bank BCA – No. Rekening: 0953882377 – a.n. Philip H. S

Categories:

Leave a Comment