Posted on: 4 September 2020 Posted by: admin Comments: 0

Daniel 10:12-15

Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu.” Ketika dikatakannya hal ini kepadaku, kutundukkan mukaku ke tanah dan aku terkelu.

Adakah faktor dalam diri pendoa yang membuatnya konek dengan jawaban doa dari Tuhan? Seberapa dalam dan lama kita perlu berdoa supaya jawaban doa kita terima? Apa saja faktor yang bisa menghalangi jawaban doa dari Tuhan tertahan dari kita? Beberapa hal penting ini dapat kita pelajari dari perikop menarik ini.

Menurut Gabriel jawaban untuk doa Daniel sudah diterima dan dijawab Tuhan Allah sejak hari pertama ia mulai memutuskan untuk “mendapat pengertian dan untuk merendahkan diri di hadapan Allah.” Luar biasa bahwa orang yang sungguh melekatkan hatinya dengan Allah dan kebenaran-Nya, cepat sekali menerima respons dari Tuhan Allah. Karya Tuhan Allah sedekat nafas kita, Ia secepat niat dan kiat rohani kita. Hanya saja ada sesuatu yang menghalangi yang sampai si pembawa jawaban itu yaitu malaikat Gabriel sendiri harus terhalang selama 21 hari sebelum oleh pertolongan Mikhael ia boleh menyampaikan jawaban Allah kepada Daniel. Andai saja Daniel berhenti bermohon di hari kesepuluh, atau hari ke lima belas, atau bahkan di hari keduapuluh dan tidak lanjut ke hari keduapuluh satu, jawaban doa untuknya tidak akan pernah ia terima. Di sini kita belajar pentingnya ketekunan doa untuk teguh beriman dan berharap dalam kasih tanpa dipengaruhi oleh kesan negatif luar atau dalam diri kita sendiri.

Ucapan Gabriel tentang alasan jawaban doa untuk Daniel tertahan sampai 21 hari – sepanjang lama Daniel berkabung membatasi keinginan tubuhnya – adalah adanya konflik yang melibatkan dirinya dan “pangeran / pemimpin kerajaan Persia.” Bahwa malaikat baik terlibat konflik dengan pihak lain sampai tertahan dalam tugasnya bahkan sampai membutuhkan pertolongan malaikat Mikhael, memastikan bahwa itu adalah konflik dengan keberadaan yang sama supernatural juga dan yang memiliki kekuatan besar. Menurut Gabriel, ia tertahan oleh pemimpin kerajaan Persia dan dengan pertolongan Mikhael ia akhirnya boleh lanjut menemui Daniel. Siapakah “pemimpin Persia” itu dan siapakah “raja-raja” Persia itu? Gabriel juga menyebut Mikhael sebagai salah seorang dari pemimpin-pemimpin. Berarti ada konflik antara para pemimpin, yaitu yang memihak Tuhan Allah antara lain Gabriel dan Mikhael dengan yang menghambat pekerjaan Tuhan Allah yaitu pemimpin dan raja-raja Persia itu.

Ulangan 32:7-9 mungkin bisa memberi kita pencerahan tentang pengaruh roh-roh angkasa dan kerajaan-kerajaan di bumi. “Ingatlah akan zaman dahulu, perhatikan zaman angkatan-angkatan yang lalu. Tanyakanlah kepada orang tuamu, supaya mereka memberitahukannya kepadamu. Ketika Yang Mahatinggi membagikan tanah, setiap bangsa ditentukan wilayahnya dengan suatu ilah sebagai penguasa. Tetapi keturunan Yakub ini dipilih TUHAN bagi diri-Nya sendiri.” Terjemahan Indonesia Bahasa Sehari-hari itu mendekati terjemahan ESV berikut: “When the Most High gave to the nations their inheritance, when he divided mankind, he fixed the borders of the peoples according to the number of the sons of God. But the LORD’s portion is his people, Jacob his allotted heritage.” Memang kebanyakan terjemahan memakai kata anak-anak Israel bukan Ilah penguasa atau “heavenly being” (GNB) mungkin dikarenakan wawasan dunia yang lazim untuk masa kini berbeda tajam dengan yang disiratkan dalam nas ini.

Semua paparan ini membukakan kepada kita kebenaran bahwa realitas ini terdiri dari tatanan supernatural yang memengaruhi tatanan natural, yang tidak kasat mata berdampak pada yang kasat mata. Catatan tentang pengaruh kuasa kegelapan dalam dunia manusia dan dunia alami banyak disebut dalam Alkitab, dan secara lebih jelas diajarkan oleh Yesus sendiri dan oleh para rasulnya seperti Paulus, Petrus, dan Yohanes. Ini nyata dalam kisah pencobaan Yesus, dalam peringatan oleh Paulus di Efesus 1:21, Efesus 6:12, Kolose 1:16, dan Kolose 2:15. Dari terang ucapan Yesus sendiri, iblis dan para pengikutnya disebut sebagai “penguasa dunia ini” (Yohanes 12:31; 14:30 dan 16:11). Di samping petunjuk ini, Yesus juga bicara tentang malaikat untuk tiap anak (Matius 18:10), dan malaikat dari jemaat-jemaat Kristus (Wahyu 2-3).

Melalui nas-nas ini firman Allah mengingatkan kita untuk menolak wawasan dunia tertutup yang materiil dan kasat mata belaka, yang melulu interaksi dan dinamika dunia nyata. Lebih dari itu kita disadarkan bahwa kita hidup dalam realitas terang / gelap dengan kemungkinan adanya interaksi, konflik dengan dan pengaruh dari dunia yang tidak kasat mata. Dan sejak kejatuhan manusia yang adalah gambar dan citra Allah tidak lagi sepenuhnya di bawah kepemimpinan Tuhan Allah melainkan juga ada di bawah pengaruh roh-roh jahat berbanding lurus dengan sejauh mana manusia yang bersangkutan membuka diri kepada kejahatan / dosa. Mengabaikan keberadaan iblis dan roh jahat atau pun membesar-besarkan kehebatan kuasa dan pengaruhnya adalah dua sikap yang sama disukai oleh si iblis (C. S. Lewis).

Tugas kita adalah waspada, berjaga-jaga, mengenakan selengkap senjata rohani yang Tuhan Allah telah sediakan. Peperangan semesta melawan iblis dan roh jahat bukan tugas kita. Ia / mereka telah dikalahkan oleh ketaatan Yesus, dan kematian serta kebangkitan Yesus. Tugas kita adalah mengimani kemenangan Yesus dan bertindak dalam iman sebagai pemenang bukan sebagai orang yang ketakutan atau yang di bawah wibawa si jahat. Dari kepala, ke dada, ke lengan, ke kaki – seluruh aspek dan kapasitas kemanusiaan kita cukup mengambil, mengenakan, menggunakan senjata-senjata rohani yang telah Allah sediakan dan berperang dalam kemenangan Yesus. Maka, adalah terlalu berlebihan bila kita sedikit-sedikit menghardik dan mengusir roh jahat, sedikit-sedikit menghubungkan segala sesuatu dengan roh-roh jahat. Demikian pula adalah tidak benar dan bahaya apabila segala sesuatu direduksi hanya ke sebab rasional, psikologis, fisik, sosial semata. Bagaimana bisa membedakan ada tidaknya keterlibatan roh jahat dan perlu tidaknya menghardik roh jahat? Kearifan Roh Kudus dan kejelasan ajaran firman seperti nas Daniel ini. Firman dan karunia Roh menolong kita untuk tahu bagaimana memberlakukan kemenangan Yesus dalam peristiwa yang melibatkan konflik dengan roh jahat.

Pelajaran untuk masa kini:

1) Doa perlu tekun dan didorong bukan oleh sikon luar atau kesan diri sendiri melainkan oleh firman Tuhan dan dengan topangan kuasa Roh Kudus. Menghentikan doa di tengah jalan bisa jadi kehilangan jawaban dari Tuhan yang hanya tinggal sejengkal jauhnya dari ketekunan lanjut doa kita.

2) Menghidupi realitas membutuhkan pengenalan yang benar tentang kosmologi dan anthropologi alkitabiah. Manusia dan dunia bukan sekadar realitas natural – fisik, psikologis, rasio, emosi, kemauan, biokimia, proses unsur-unsur alami – melainkan juga terlibat dengan berbagai aksi dunia supernatural baik yang memihak Tuhan Allah maupun yang melawan Dia. Mengenal isi Alkitab dengan benar dan utuh dalam kearifan dan kuat kuasa Roh adalah keniscayaan jika kita ingin mampu menilai dan memperlakukan realitas dengan tepat.

3) Bagaimana dengan kecenderungan membelenggu seperti kebiasaan judi, zinah, mabuk, main game / gawai, mencuri, seksualitas menyimpang, malas, korupsi, fitnah, dlsb. pada pribadi, komunitas, desa / teritorial tertentu, atau bangsa / negara tertentu? Harus bertobat dan diperbarui atau butuh ditengking? Bagaimana dengan sakit penyakit yang menyerang individu, keluarga, atau bahkan pandemi sekarang ini? Harus dicari penyelesaian medis saja, dihardik dan klaim penyembuhan oleh Nama / Darah / Bilur Yesus? Atau bagaimana? Bagaimana mengimplementasi nas Daniel ini dan kebenaran tentang kedaulatan Tuhan Allah serta kemenangan Yesus Kristus ke dalam berbagai contoh masalah kita kini?

4) Ada banyak kejadian dalam dunia ini dan yang juga menimpa kehidupan gereja dan orang percaya yang kita tidak benar-benar tahu apa penyebabnya, bagaimana maksud Tuhan melaluinya dan bagaimana jalan keluarnya. Ketimbang cepat berasumsi, bertindak dan menyampaikan pendapat bukankah lebih bijak kita bertanya Tuhan dalam Alkitab dan sampai Roh-Nya memberi kita pencerahan?

Dukung pelayanan literasi Yayasan Simpul Berkat | E-mail: simpulberkat@gmail.com |
Bank BCA – No. Rekening: 0953882377 – a.n. Philip H. S

Categories:

Leave a Comment