Posted on: 25 November 2019 Posted by: admin Comments: 0

Buku Half Time,

Bob Buford percaya, paruh kedua kehidupan Anda dapat lebih baik daripada yang pertama. Jauh lebih baik. Tetapi pertama, Anda perlu waktu untuk membayangkan apa yang Anda inginkan dengan sisa kehidupan Anda.

Dalam buku ‘Paruh Waktu’ Buford memusatkan perhatian pada masa transisi penting − yang menurutnya adalah masa ketika seseorang pindah melampaui paruh pertama permainan kehidupan ini. Inilah paruh waktu, masa untuk revitalisasi dan menangkap visi baru untuk menghidupi paruh waktu kedua, paruh waktu dimana kehidupan dapat dihidupi pada bagian yang paling memberikan manfaat. Begini Buford menjelaskan itu, “Gairah saya adalah melipatgandakan semua yang telah Allah berikan kepada saya, dan dalam prosesnya, mengembalikan itu kepada-Nya.”

Fitur edisi yang telah diperbarui dan diperluas ini adalah memasukkan prakata dari Jim Collins, pengarang buku laris Good to Great; beberapa pertanyaan baru untuk perenungan dan diskusi di akhir tiap pasal; kisah-kisah baru tentang “paruh waktu” dari lelaki dan perempuan yang menikmati paruh waktu kedua yang bermakna; tugas spesifik di paruh waktu untuk membimbing para pembaca ke dalam misi paruh waktu kedua mereka; sebuah esai oleh Bob tentang “Hikmat Peter Drucker”; pembaruan khusus dari penulis tentang bagaimana gerakan paruh waktu tengah berkembang secara nasional, dan tautan ke berbagai sumber istimewa.

Tengah kehidupan, paruh waktu, tidak mesti menjadi waktu krisis. Ia bisa menjadi katalis untuk tujuan, dampak, dan pertumbuhan. Bob Buford menyediakan penguatan dan wawasan untuk mendorong kehidupan Anda ke perjalanan baru yang menjauhi keberhasilan semata ke kebermaknaan sejati − dan tahun-tahun terbaik kehidupan Anda.

BOB BUFORD adalah pewirausaha yang di dalam paruh waktu pertama kehidupannya mengembangkan perusahaan televisi kabel yang berhasil. Dalam paruh waktu keduanya, Buford mendirikan Halftime, yaitu organisasi yang dirancang untuk mengilhami para pemimpin bisnis dan kaum profesional untuk menyambut panggilan Allah dan beranjak dari kehidupan yang berhasil ke kehidupan yang bermakna. Ia juga mendirikan Leadership Network, yaitu organisasi yang mengupayakan percepatan pemunculan gereja-gereja efektif dengan mengidentifikasi, menghubungkan, dan menyediakan sumber daya para pemimpin gereja yang inovatif.

 

Categories:

Leave a Comment