Posted on: 10 Maret 2020 Posted by: admin Comments: 0

Bukti Ke-Tuhanan Pertama

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Firaun berkeras hati, ia menolak membiarkan bangsa itu pergi. Pergilah kepada Firaun pada waktu pagi, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai; nantikanlah dia di tepi sungai Nil dengan memegang di tanganmu tongkat yang tadinya berubah menjadi ular. Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Dari hal yang berikut akan kauketahui, bahwa Akulah TUHAN. Lihat, dengan tongkat yang di tanganku ini akan kupukul air yang di sungai Nil dan air itu akan berubah menjadi darah, dan ikan yang dalam sungai Nil akan mati, sehingga sungai Nil akan berbau busuk; maka orang Mesir akan segan meminum air dari sungai Nil ini.” TUHAN berfirman kepada Musa: “Katakanlah kepada Harun: Ambillah tongkatmu, ulurkanlah tanganmu ke atas segala air orang Mesir, ke atas sungai, selokan, kolam dan ke atas segala kumpulan air yang ada pada mereka, supaya semuanya menjadi darah, dan akan ada darah di seluruh tanah Mesir, bahkan dalam wadah kayu dan wadah batu.” Demikianlah Musa dan Harun berbuat seperti yang difirmankan TUHAN; diangkatnya tongkat itu dan dipukulkannya kepada air yang di sungai Nil, di depan mata Firaun dan pegawai-pegawainya, maka seluruh air yang di sungai Nil berubah menjadi darah; matilah ikan di sungai Nil, sehingga sungai Nil itu berbau busuk dan orang Mesir tidak dapat meminum air dari sungai Nil; dan di seluruh tanah Mesir ada darah. Tetapi para ahli Mesir membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan mereka keduanya seperti yang telah difirmankan TUHAN. Firaun berpaling, lalu masuk ke istananya dan tidak mau memperhatikan hal itu juga. 
Exo 7:24  Tetapi semua orang Mesir menggali-gali di sekitar sungai Nil mencari air untuk diminum, sebab mereka tidak dapat meminum air sungai Nil. Demikianlah genap tujuh hari berlalu setelah TUHAN menulahi sungai Nil. — Keluaran 7:14-25
“”Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.”  (Keluaran 5:2) — Inilah dasar terdalam penolakan Firaun untuk membebaskan Israel. Ia tidak menganggap TUHAN adalah sungguh Tuhan, dan sebabnya ialah ia memiliki banyak tuhan-tuhan, allah-allah lain. Maka kini TUHAN mengirimkan tulah demi tulah yang tujuan utamanya adalah untuk memperlihatkan siapa yang sesungguhnya TUHAN.
Rangkaian tulah ke atas Mesir ini terdiri dari tiga kelmpok tulah dan puncaknya adalah pembantaian semua yang sulung dari Mesir. Tiga kelimpok tulah tersebut selalu begini: dua yang pertama disertai firman peringatan dan yang ketiganya tanpa peringatan. Seperti itulah pola peringatan Tuhan, didahului dengan beberapa peringatan yang memberi keesmpatan untuk bertobat ditutup dengan hukuman tanpa peringatan.
Allah sungguh baik dan bijak. Ia mencipta alam semesta, bumi dan segenap isinya serta manusia dengan limpah proses penyelenggaraan-Nya atas kehidupan. Antara lain Ia memberikan sumber mata air, anak sungai, sungai, laut, lautan. Sayangnya dalam kegelapan dosa manusia mengillahkan karunia-karunia Tuhan itu. Bukannya menyembah menghormati dan mengandalkan Tuhan, manusia mengganti Tuhan dengan benda, alam yang adalah ciptaan. Beberapa kekuatan ilahi dipercaya oleh orang Mesir terkait dengan aliran sungai Nil — Nil sendiri disembah sebagai dewa, Khnum dipercaya adalah pelindung Nil, Hapi afalah rohnya Nil, dan Osiris adalah darahnya Nil. Tulah pertama menyatakan bahwa Khnum tidak berdaya, Nil tidak membawa kehidupan tetapi kematian, dan berubah menjadi darah. Segala berkat dan karunia Allah patut diterima dengan syukur. Tetapi jika disembah dan diposisikan menggantikan Allah, itu akan menjadi kutuk.
Tetapi Firaun tidak berubah. Para ahli sihirnya sanggup meniru. Sayangnya ternyata kuasa berbuat ajaib dari sumber kegelapan itu tidak dapat mengubah darah balik menjadi air, kutuk batal menjadi berkat, tetapi hanya menambah tulah dengan gejala yang sama. Sayang Firaun keras dan menjadi makin gelap. Ia tidak melihat kebenaran bahwa dewa-dewanya hanya sanggup menghasilkan petaka dan bukan kebalikannya. Ia makin keras hati, makin gelap hati. 
Hanya dengan berpaling kepada TUHAN yang berencana baik untuk hidup bencana boleh diubahkan menjadi berkat — seperti yang sangat nyata dalam tanda ajaib pertama yang Yesus Kristus buat: air basuhan kaki diubahkan menjadi air anggur sukacita di pesta nikah di Kana.

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment