Posted on: 13 April 2020 Posted by: admin Comments: 0

Arti dan Makna Karya Yesus

Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu. — Markus 16:8

Yesus sudah bangkit, kubur telah kosong, kain kapan pembungkus jasad Yesus sudah kempes, bahkan sebagian dari mereka sudah bertemu Yesus yang bangkit… tetapi mereka masih belum mengerti, belum keluar dari shock dan kegentaran dan kekecewaan besar. Maka perlu mengalami apa mereka? Dan juga kita?

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”  — Lukas 24:25-32

Kita perlu membuka, membaca dan belajar maksud kematian dan kebangkitan-Nya dari Dia sendiri melalui Roh-Nya. Kita perlu memiliki keterbukaan, kerinduan sampai mengundang Dia untuk bersekutu dengan-Nya. Dan ketika Alkitab Ia singkapkan arti dan maknanya kepada kita, serta kita mengalami persekutuan dalam perjamuan dengan-Nya, saat itulah kita mulai menangkap arti dan makna kematian dan kebangkitan Yesus.


Ada arti faktual-objektif dari kematian dan kebangkitan Yesus untuk diri-Nya sendiri, ada juga arti dan makna personal- spiritual aplikatif untuk semua orang percaya. Apa saja itu?

Arti objektif kematian dan kebangkitan untuk Yesus, antara lain:

1. Sebagai ketaatan kepada Allah — Ia membatalkan semua peninggian dan ketidaktaatan Adam dan seluruh kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya adalah ke-adam-an / kemanusiaan baru yang merekapitulasi dalam bentuk perendahan diri, ketaatan dan penaklukan diri penuh kepada kehendak Allah.

2. Untuk menghancurkan kepala si iblis sebagai penggenap janji proto-evangelium di Kejadian 3:15.

3. Untuk mengalahkan dosa dan maut.

4. Untuk menjadi pengganti yang benar dan adil menanggung konsekuensi dosa yaitu murka Allah.

5. Bukti bahwa kematian-Nya berkenan kepada Allah dan bahwa semua tujuan kematian-Nya sungguh digenapi.

Arti implikatif kematian dan kebangkitan untuk orang percaya — terjadi hanya jika kita bersatu dengan Dia, diam / tinggal / hidup di dalam Dia yang mati dan bangkit dan ikut mati dan bangkit dengan-Nya:

a. Dibenarkan = dibebaskan dari hukuman akibat dosa dan berdasarkan kematian dan kebangkitan Yesus kita diperhitungkan benar oleh Tuhan Allah.

b. Didamaikan dengan Allah = permusuhan antara kita dan Allah diubahkan menjadi perdamaian / persekutuan.

c. Diangkat menjadi anak-anak Allah = kita diberikan status mulia dari orang berdosa terhukum murka menjadi anak-anak pewaris Kerajaan didalam dan bersama Kristus Yesus Tuhan.

d. Manusia lama kita melalui baptisan dimatikan bersama kematian Yesus, Manusia Baru terbit bersama kebangkitan Yesus. Akibatnya dosa tidak lagi berkuasa / berhak / mendominasi kita melainkan sifat baru / kemanusiaan baru dalam Yesus Kristus kini menjadi kekuatan yang bekerja dalam hati, pikiran, perasaan, kemauan dan aklhak kita.

e. Karenanya kita harus aktif berpikir / menghitung / memberlakukan fakta-fakta personal implikatif ini dengan jalan mempersembahkan tubuh kita menjadi alat-alat kebenaran dan tidak folus pada sifat lama, pencobaan, kedagingan, kelemahan, kekurangan kita yang berasal dari warisan Adam dosa.

Berikut beberapa bagian Alkitab penting untuk kebenaran ajaib ini:

Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. — Roma 4:25

Kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.  — Roma 5:1Kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.  — Roma 5:9-11

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. — Roma 6:3-14

Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. – Roma 8:14-17

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. – Kolose 3:1-3.

Mari memberkati sesama melalui pelayanan literasi Yay. Simpul Berkat. Kirim dukungan Anda ke: BCA 0953882377

Categories:

Leave a Comment