Posted on: 30 Juni 2020 Posted by: admin Comments: 0

9. Tema Utama Kitab Daniel: Penghiburan dan Penguatan (Serial Daniel)

Meski isi dan jenis sastra di pasal 1 – 6 (kisah) beda dari di pasal 7 – 12 (visi), serta bahasa 1:1 – 2:4a dan 8 – 12 Ibrani sedangkan 2:4b – 7:28 Aram, namun ada dua kesamaan dalam pesannya. Yaitu: 1) Allah pegang kendali dan akhirnya akan menjadi sang Pemenang, dan 2) umat Allah akan sanggup bertahan dan selamat melalui zaman dan dunia yang meracuni.

1) Tema Primer: Kendati berbagai Kesukaran, Allah mengendali dan Akan Menang

Dalam enam kisah bagian pertama Daniel, raja Yehuda harus menyerahkan benda-benda kudus untuk ditempatkan di Kuil para dewa Babil, dan mengirim Daniel dkk. untuk dijadikan tawanan yang akan diperalat untuk kepentingan Babil. Selanjutnya Daniel dkk. harus menghadapi ancaman hukuman mati karena berbagai alasan berbeda – gagal memaparkan isi dan arti mimpi raja, tidak ikut menyembah patung, berani memaparkan arti buruk dari mimpi raja, dan tetap beribadah kepada Tuhan Allah Israel.

Keempat visi Daniel juga membukakan tekanan dan ancaman yang harus ditanggung oleh umat Allah dari kekuatan-kekuatan militer-politis dari zaman ke zaman. Maka kedua bagian Kitab Daniel ini sama menekankan ancaman kejahatan yang datang dari dunia. Namun Kitab ini tidak sekadar ingin memaparkan tentang bahaya kejahatan tetapi juga utamanya menegaskan bahwa kendati kejahatan di atas angin, ada Tuhan Allah yang tetap pegang kendali di latarbelakang semua kejadian tersebut.

Allah mengendali. Umat Tuhan berada dalam tekanan bangsa-bangsa adidaya yang pernah ada dalam sejarah manusia. Umat Tuhan mengalami perhambaan antara lain dari Babilonia, Persia dan Yunani. Para pemuka Yehuda diangkut ke Babilonia pada 597 dan 586 SK. Meski kemudian sesudah Persia mengganti Babilonia membuat keputusan bangsa Yehuda boleh kembali ke tanah asalnya, namun sebagian (mungkin cukup banyak) memilih untuk tidak kembali (seperti contohnya, Mordekhai dan Ester). Meski kitab Daniel sendiri hanya memaparkan kisah di sekitar kehidupan empat sekawan itu, namun kisah itu jelas menegaskan bahwa di balik latar depan kekuasaan kerajaan adidaya itu ada latar belakang pengendalian oleh Tuhan Allah. Dan luar biasanya, ini bukan saja benar untuk zaman Daniel dkk. tetapi seterusnya sepanjang zaman-zaman berikut sampai bahkan ke zaman kita di abad 21 ini.

Penghiburan. Kendali Tuhan atas sikon budaya. politik dan militer sangat nyata dalam kisah-kisah yang dialami Daniel, Hananya, Misael dan Azarya (psl. 1 – 6). Demikian juga dalam pasal 7 – 12 yang merupakan penglihatan tentang peta kekuatan budaya, politik dan militer dunia sesudah Babilonia, Media-Persia, kendali Tuhan itu dinyatakan tidak saja secara implisit seperti dalam kisah di pasal 1 – 6, di 7-12 dinyatakan dalam pembatasan hari, minggu, tahun. Tetapi pembatasan itu juga dinyatakan secara eksplisit. Lihat 7:27; 8:23, 25; 9:27; 11:25 dan 12;2). Dengan demikian kebenaran ini merupakan penghiburan bagi umat Tuhan.

2) Tema Sekunder: Umat Tuhan dapat Berkemenangan dalam Zaman yang Berbahaya

Dalam bagian pertama secara mengherankan kita membaca bagaimana Empat Sekawan itu, baik sendiri-sendiri maupun bersama mengalami pertolongan Tuhan yang mengherankan yang membuat mereka bukan saja dapat bertahan tetapi juga dapat berkemenangan di dalam zaman demi zaman yang penuh ancaman. Itu mereka alami dalam berbagai kenyataan: – beroleh hikmat, – memperoleh pengakuan, – mengalami mukjizat, – dianugerahi pengaruh lebih besar, bahkan sampai – dikasihi oleh raja. Dalam bagian kedua kemampuan untuk berkemangan dalam umat Tuhan tersirat dalam pesan kemenangan Tuhan Allah sendiri atas kuat-kuasa dunia ini.

Pesan penting: Jadi dua pesan penting: 1) Allah pegang kendali, 2) orang dan umat milik Tuhan dapat ditolong Allah untuk menang dalam zaman yang penuh ancaman. Dan ada kesimpulan tambahan dapat kita tarik dari dua ini: 3) Kitab Daniel dapat juga dilihat sebagai kritik terhadap kuat-kuasa budaya-ekonomi-sosial-politik-militer yang tidak benar, bahwa sejatinya itu melawan Tuhan dan bahwa Tuhan akan bertindak mengakhirinya. Sesungguhnya, kuasa sejati adalah milik Tuhan dan kepada-Nya orang dan bangsa / negara harus tunduk dan menyembah dan mengabdi.

Pesan primer dan sekunder dalam Kitab Daniel ini dipaparkan dalam dua bagian: 1) kisah historis, dan 2) visi apokaliptik. Yang kisah historis terdiri dari dua isu: 1) persaingan istana, dan 2) konflik istana. Kedua isu itu kadang dialami oleh keempat sekawan, kadang dialami oleh Daniel sendiri, kadang dialami oleh tiga sekawan tanpa Daniel. Sementara itu semua visi masa depan dialami oleh Daniel sendiri. Di kisah pertama, Daniel dkk menunjukkan kebajikan yang membuat nyawa para cerdik pandai Babilonia diselamatkan. Namun dalam kisah-kisah selanjutnya mereka justru menjadi pihak yang memusuhi Daniel dkk. dan berusaha untuk melenyapkan Daniel dkk. Di antara plot persaingan istana dan konflik istana itu, terjalin visi kepada para penguasa dunia, juga tindakan Allah terhadap mereka dan terhadap upaya jahat para cerdik pandai. Maka membaca Daniel 1 – 6 harus sambil menyadari dua isu dan plot kisah tadi, dan membaca Daniel 7 – 12 pun dengan mengingat pesan primer, sekunder dan tertier yang terjalin dalam penyingkapan teleskopik rangkaian peristiwa budaya-militer-politik sepanjang sejarah.

Dukung pelayanan literasi Yayasan Simpul Berkat | E-mail: simpulberkat@gamil.com |
Bank BCA – No. Rekening: 0953882377 – a.n. Philip H. S
Categories:

Leave a Comment